Bisnis.com, JAKARTA — Energy Storage Alliance (EESA) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan China dalam pengembangan energi bersih serta teknologi penyimpanan energi guna mendukung transisi energi nasional.
Secretary General EESA Rene Duan menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar utama pengembangan energi bersih di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih. Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kerja sama antara China dan Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan,” ujar Rene dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Rene, teknologi penyimpanan energi akan berperan penting dalam mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), terutama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin yang produksinya bergantung pada kondisi cuaca.
Karena itu, EESA mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan perusahaan teknologi penyimpanan energi asal China untuk membahas peluang investasi, kerja sama teknologi, serta arah kebijakan sektor energi di Indonesia.
Dalam forum tersebut, EESA juga memaparkan pengalaman China dalam mengembangkan proyek penyimpanan energi skala besar, termasuk model pembiayaan dan pengembangan proyek yang dinilai dapat diterapkan di negara berkembang.
Rene menilai kebutuhan Indonesia terhadap sistem penyimpanan energi akan terus meningkat seiring rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dalam roadmap nasional yang ditargetkan mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW).
Menurutnya, teknologi penyimpanan energi dan sistem microgrid menjadi komponen penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang belum sepenuhnya terhubung dengan jaringan listrik utama.
Baca Juga
- Pangsa Gas dalam Bauran Listrik Susut, Energi Surya Ambil Alih Pertumbuhan
- Perusahaan China Chint Group Bidik Proyek EBT RI, Siap Investasi US$7 Miliar
- RI Belum Ekspor Listrik ke Singapura, Tunggu Infrastruktur Dibangun
Dia menambahkan kerja sama Indonesia dan China berpotensi mendukung pengembangan sistem energi yang lebih stabil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.





