JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menargetkan 350 sakit berbasis modern dalam 3 tahun mendatang.
Prabowo mengatakan saat ini, sudah ada 44 rumah sakit berbasis modern yang dibangun pada 2025 dan 2026.
BACA JUGA:Jakarta Cetak Rekor WTP ke-9, Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Capai 85 Persen
"Kita sudah bangun 22 RS, RSUD pada tahun 2025 dan 2026 ini kita bangun 22 lagi, dan saya katakan bahwa kita akan bangun dan modernisasi 350 rumah sakit dalam 3 tahun yang akan datang," kata Prabowo saat peresmian rumah sakit KH Muhammad Thohir di Krui Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain itu, pemerintah juga telah memberikan 1000 unit alat kesehatan modern. Menurutnya, ribuan alat kesehatan itu sudah dibeberikan ke RS daerah di 514 Kabupaten/Kota.
"Pemerintah sekarang menjalankan program modernisasi layanan kesehatan nasional. saat ini kita sudah membagi hampir 1000 unit alat kesehatan modern, kita sudah mulai distribusi ke semua RS daerah di 514 kabupaten/kota tadi dilaporkan sebagai contoh RS ini sudah mulai punya alat-alat modern dan ini akan terus kita tingkatkan," imbuhnya.
BACA JUGA:Purbaya: Pertamax Bukan BBM Angkutan Barang, Tak Akan Berdampak Signifikan pada Inflasi
Kepala Negara menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit tidak hanya berfokus pada gedung baru, tetapi juga modernisasi fasilitas serta peningkatan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian proyek yang telah direncanakan kini sudah selesai dan mulai beroperasi melayani masyarakat.
"Alhamdulillah 20 RS pertama sudah selesai dibangun dan sudah mulai melayani masyarakat,” kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden mengingatkan pentingnya tata kelola rumah sakit yang profesional agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
BACA JUGA:Sosok Patris Rumbayan Ibu Seskab Teddy Disebut Sony Sonjaya Terlibat Dugaan Korupsi MBG
"Saya berpesan agar RS ini dikelola dengan baik, dijaga kebersihannya, dilaksanakan manajemen yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada rakyat. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran RS ini,” tegasnya.
Menurut Prabowo, keberhasilan pembangunan rumah sakit tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sehari-hari.





