Sekelompok pria bersenjata menyerbu permukiman di dekat Johannesburg, Afrika Selatan dan menembak mati 12 orang.
Ini adalah penembakan massal terbaru di negara yang marak dilanda kejahatan tersebut. Di negeri itu, rata-rata lebih dari 60 pembunuhan tercatat setiap hari.
Serangan itu terjadi tak lama setelah pukul 23.00 hari Selasa (9/6) waktu setempat, setelah lebih dari 10 orang bersenjata datang berkendara ke daerah tersebut dan menyerbu permukiman itu, kata seorang juru bicara polisi.
"Para tersangka diduga memasuki permukiman melalui kedua pintu masuk dan bergerak melalui daerah tersebut, melepaskan tembakan ke arah penduduk dan anggota masyarakat di beberapa lokasi, sebelum melarikan diri dari tempat kejadian dengan kendaraan yang sama," ujar juru bicara tersebut, Kolonel Dimakatso Nevhuhulwi, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/6/2026).
"Investigasi awal mengungkapkan bahwa 12 orang tewas akibat serangan itu," kata Nevhuhulwi.
"Delapan pria dewasa dan tiga wanita dewasa dinyatakan tewas di tempat kejadian," imbuhnya. Satu orang meninggal di rumah sakit.
Serangan itu terjadi di daerah bernama Cleveland, sekitar enam kilometer (kurang dari empat mil) sebelah timur pusat kota Johannesburg.
Nevhuhulwi mengatakan motif serangan itu belum diketahui dan belum ada penangkapan yang dilakukan.
Afrika Selatan dipenuhi dengan senjata api legal dan ilegal, dan penembakan adalah hal yang umum terjadi. Penembakan itu sering kali dipicu oleh persaingan antar geng dan persaingan antar bisnis informal.
(ita/ita)





