Cerita Pria di Depok Raup Puluhan Juta per Bulan dari Tikus dan Kecoak

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, tikus dan kecoak adalah hewan yang menjijikkan. Namun bagi Satria (29), kedua hama tersebut justru menjadi sumber penghasilan yang mampu menghidupi keluarga hingga membangun rumah.

Pria asal Depok, Jawa Barat, itu kini menjalankan usaha jasa pengendalian hama atau pest control yang melayani rumah, apartemen, restoran, hotel, hingga gedung perkantoran.

Dari usaha yang dirintisnya sejak 2023, Satria mengaku mampu membukukan omzet antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta setiap bulan.

"Margin bersih yang bisa saya pegang sekitar Rp 20 jutaan rupiah per bulan," kata Satria saat ditemui Kompas.com di Depok, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp 16.250

Berawal dari Sulit Cari Kerja

Satria mengaku tidak pernah membayangkan akan berkarier di bidang pest control. Bahkan hingga kini, ia masih merasa geli saat harus berhadapan dengan kecoak.

Namun kondisi ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan setelah lulus SMA membuatnya menerima pekerjaan tersebut pada 2017.

"Sebenarnya sampai sekarang saya masih merasa geli dengan kecoak. Tetapi, karena tuntutan ekonomi dan nasihat dari orang tua saya untuk menekuni pekerjaan apa pun yang ada, akhirnya saya jalani," ujarnya.

Saat itu, ia melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan secara acak hingga akhirnya diterima sebagai petugas pest control.

Selama bertahun-tahun bekerja, Satria berpindah di beberapa perusahaan untuk menambah pengalaman dan memperluas keterampilan di bidang pengendalian hama.

Keseriusannya menekuni profesi tersebut membawanya mengikuti pelatihan hingga memperoleh sertifikasi petugas pest control dari Kementerian Kesehatan.

Ia juga pernah meraih prestasi dalam kompetisi pest control tingkat Provinsi Jakarta.

Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Ditutup 13-14 Juni, Cek Rekayasa Lalinnya

Modal Rp 20 Juta untuk Buka Usaha Sendiri

Setelah mengumpulkan pengalaman dan tabungan, Satria memutuskan mendirikan usaha sendiri pada 2023.

Ia menginvestasikan sekitar Rp 20 juta untuk membeli berbagai peralatan kerja, mulai dari mesin fogging, mesin ULV untuk pengembunan, hingga alat penyemprotan antirayap. Usaha tersebut diberi nama Captun Pest Control.

Menurut Satria, nama itu terinspirasi dari almamaternya, SMAN 10 Jakarta, yang menjadi tempat ia bertemu dengan istrinya.

Dalam membangun usaha, ia juga mendapat dukungan dari rekan-rekan alumni yang membantu pembuatan logo hingga situs web perusahaan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Ini Penampakan Bunker WN AS Buron Pelecehan Seksual di Depok, 15 Tahun Dipakai Sembunyi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyitaan Ratusan Bal Bawang Putih di Bali Diadukan ke Komisi III DPR
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu, 10 Juni 2026: BMKG Prediksi Terik Seharian!
• 12 jam laludisway.id
thumb
Serangan Pakistan Tewaskan 13 Orang di Afghanistan, Termasuk 11 Anak-anak
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Digital Single ID Berbasis AI Untuk Penyaluran Bansos
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Kenaikan Harga BBM dan Kebangkitan Solar dari Sampah Plastik
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.