HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Desa Sumare, serta pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sumare melaksanakan kegiatan Sinergi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat akses masyarakat nelayan terhadap layanan keuangan formal, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan yang digelar pada Selasa, 9 Juni.
Acara ini dihadiri oleh Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Mushadi Nurali, Pimpinan PT Bank Syariah Indonesia Cabang Mamuju Baharudin Masifak.
Hadir pula dari Kepala Desa Sumare Samar, Kepala Pengelola KNMP Desa Sumare Lukmanul Hakim, dan Perwakilan Nelayan Desa Sumare Siraj.
Dalam sambutannya, Mushadi Nurali menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk memastikan masyarakat pesisir memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau.
“Peningkatan literasi keuangan harus berjalan seiring dengan perluasan akses pembiayaan produktif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ucapnya.
Sementara itu, Baharudin Masifak menyampaikan komitmen BSI dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui berbagai layanan perbankan syariah, termasuk pembiayaan usaha produktif bagi nelayan dan pelaku UMKM.
Pada kesempatan tersebut, BSI juga menyerahkan realisasi pembiayaan sebesar Rp250 juta kepada salah satu pelaku usaha nelayan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha masyarakat pesisir.
Kepala Desa Sumare, Samar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan OJK serta BSI terhadap masyarakat Desa Sumare.
Menurutnya, keberadaan program EKI dan KNMP menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Kepala Pengelola KNMP Desa Sumare, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang terintegrasi dengan layanan keuangan formal sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan nelayan dan masyarakat pesisir tersebut berlangsung interaktif melalui sesi edukasi keuangan, diskusi kebutuhan pembiayaan usaha, serta pengenalan berbagai produk dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, OJK, BSI, Pemerintah Desa Sumare, dan seluruh pemangku kepentingan berharap terwujud ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat perekonomian daerah pesisir Kabupaten Mamuju. (ams)





