RESMI! PSM Makassar Perkenalkan Darije Kalezic, Aaron Evans: Welcome The Professor

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -“Halo Makassar.” Dua kata sederhana itu langsung membangkitkan nostalgia bagi banyak pendukung PSM Makassar.

Bagi sebagian suporter, kalimat tersebut bukan sekadar salam perkenalan. Itu adalah penanda bahwa sosok yang pernah menghadirkan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan modern Pasukan Ramang akhirnya kembali pulang.

PSM Makassar resmi memperkenalkan Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi musim Super League 2026/2027. Dalam video perkenalan yang diunggah melalui media sosial resmi klub, pelatih asal Bosnia dan Herzegovina tersebut tampak antusias menyapa kembali publik Makassar.

“Saya kembali ke Makassar. Saya kembali di rumah sendiri, PSM Makassar,” ujar Darije.

Ucapan itu seolah menjadi simbol dimulainya babak baru bagi klub yang tengah berupaya bangkit setelah menjalani musim yang jauh dari harapan.

Sejak beberapa pekan terakhir, nama Darije memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih PSM. Berbagai spekulasi berkembang setelah manajemen memastikan bahwa Pasukan Ramang akan kembali ditangani pelatih asing musim depan.

Kini seluruh spekulasi itu berakhir.

Darije kembali.

Dan bersama kepulangannya, hadir pula harapan baru dari ribuan pendukung Juku Eja.

Bukan tanpa alasan jika antusiasme suporter begitu besar. Darije bukan sosok asing bagi PSM Makassar. Ia adalah pelatih yang pernah mengakhiri dahaga gelar nasional yang berlangsung hampir dua dekade ketika membawa Pasukan Ramang menjuarai Piala Indonesia 2019.

Trofi tersebut menjadi salah satu pencapaian paling emosional dalam sejarah klub. Bukan hanya karena gelar juara, tetapi karena keberhasilan itu lahir dari perjuangan panjang yang begitu dinantikan masyarakat Sulawesi Selatan.

Darije juga dikenal sebagai pelatih yang memahami kultur sepak bola Makassar.

Ia memahami tekanan yang selalu mengiringi PSM.

Ia memahami tuntutan suporter.

Dan ia memahami bagaimana membangun identitas permainan yang sesuai dengan karakter klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.

Kepulangannya kali ini datang dalam situasi yang berbeda.

PSM sedang berada dalam fase transisi besar. Sejumlah pemain penting telah meninggalkan tim, termasuk kapten sekaligus pemimpin lini belakang, Yuran Fernandes.

Kepergian pemain asal Tanjung Verde itu menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan Darije.

Selama beberapa musim terakhir, Yuran bukan hanya bek tengah utama. Ia adalah komandan pertahanan, pemimpin ruang ganti, dan sosok yang kerap menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

Karena itu, tugas pertama Darije bukan sekadar membangun tim yang kompetitif.

Ia harus membangun kembali fondasi kekuatan PSM.

Pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki Darije di kawasan Eropa dan Balkan diyakini dapat membantu klub menemukan pemain-pemain baru yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Namun lebih dari sekadar urusan transfer, kehadiran Darije juga menghadirkan optimisme terkait pengembangan pemain muda.

Salah satu karakter kepelatihannya yang paling dikenal adalah keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda berbakat.

Karakter tersebut dinilai cocok dengan kondisi PSM saat ini yang memiliki sejumlah talenta potensial seperti Ananda Raehan, Dimas Adi Prasetyo, serta beberapa pemain muda hasil pembinaan akademi klub.

Menariknya, sambutan hangat atas kepulangan Darije tidak hanya datang dari suporter PSM.

Salah satu mantan anak asuhnya, Aaron Evans, juga ikut memberikan respons melalui kolom komentar unggahan resmi PSM Makassar.

“Welcome The Professor,” tulis Aaron Evans.

Komentar singkat tersebut langsung menarik perhatian suporter.

Julukan “The Professor” bukanlah sebutan sembarangan. Julukan itu menggambarkan sosok Darije sebagai pelatih yang dikenal detail, disiplin, dan memiliki pendekatan taktik yang kuat dalam membangun permainan tim.

Aaron Evans sendiri merupakan salah satu pemain yang pernah merasakan langsung kepemimpinan Darije saat membela PSM Makassar. Karena itu, komentarnya dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok pelatih yang pernah membantunya berkembang di Makassar.

Respons positif dari mantan anak asuh menjadi indikasi bahwa Darije tidak hanya dihormati karena prestasinya, tetapi juga karena kualitas kepemimpinannya.

Kini seluruh perhatian tertuju pada langkah berikutnya yang akan dilakukan sang pelatih.

Apakah ia akan membawa sejumlah pemain rekomendasinya ke Makassar?

Siapa yang akan dipilih untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Yuran Fernandes?

Dan sejauh mana ia mampu membawa PSM kembali bersaing di papan atas Super League?

Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu jawaban.

Namun satu hal sudah pasti.

PSM Makassar kini tidak hanya mendapatkan pelatih baru.

Mereka mendapatkan kembali sosok yang memahami klub, memahami kota ini, memahami karakter suporternya, dan pernah menuliskan sejarah bersama Pasukan Ramang.

Sebuah era baru sedang dimulai di Makassar.

Dan seperti tujuh tahun lalu, Darije Kalezic kembali menjadi tokoh utama yang dipercaya untuk memimpin perjalanan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi musim di RI memiliki tingkat kompleksitas sangat tinggi
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Mengenal Maki, Solois Filipina yang Akan Gelar Konser ‘Kolorcoaster’ Perdana di Indonesia
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ruang Persembunyian Buronan AS di Depok Disebut Bukan Bunker, tapi Kamar dengan Peredam Suara
• 4 menit lalukompas.com
thumb
Reses DPRD Surabaya: Paving, Drainase dan PJU Paling Banyak Diminta Warga
• 16 jam laludetik.com
thumb
Luhut Cs Ingatkan Prabowo Soal Risiko Harga Naik Imbas Dolar Rp 18.000
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.