JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pelajar dibacok oleh pelajar lainnya di kawasan Gang T, Jalan Palmerah Barat, Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (9/6/2026).
Kapolsek Palmerah, AKP Parman BM Nainggolan, membenarkan adanya pembacokan terhadap korban yang tengah dalam perjalanan menuju sekolahnya.
"Benar ada kejadian pada tanggal 9 hari Selasa kemarin. Itu bukan tawuran, tapi pembacokan yang dilakukan oleh pelaku berinisial AS dan MF, yang saat itu korban mau ke sekolah melewati gang T di Kelurahan Palmerah," kata Parman kepada wartawan di Mapolsek Palmerah, Rabu (10/6/2026) siang.
Baca juga: Bukan Begal, Pelajar Dibacok di Grogol Korban Penyerangan Sesama Pelajar
Awalnya, pelaku AS (16) yang pertama kali menyabet korban dengan ikat pinggang.
Kemudian, pelaku MF (16) yang duduk di belakangnya turun dari motor dan melakukan pembacokan dengan menggunakan celurit.
"Setelah melakukan itu, pelaku langsung kabur. Nah, anggota kami melihatnya dari medsos pada sore hari, kemudian langsung ke TKP dan cek CCTV," ucap Parman.
Baca juga: Pemuda Tewas Dibacok Saat Tawuran di Bekasi, 5 Orang Ditangkap
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian bahu kanan dan langsung dibawa ke Puskesmas Kecamatan Palmerah.
"Kondisi korban saat ini mendapatkan perawatan tujuh jahitan di bahu kanan,” sambungnya.
Setelah mengidentifikasi pelaku melalui rekaman kamera cctv, kedua pelaku ditangkap Unit Reskrim Polsek Palmerah pada hari ini, Rabu pagi, saat sedang mengikuti ujian di sekolahnya.
Baca juga: Pelajar Dibacok Begal di Grogol Jakbar, Motor dan Ponsel Raib
“Untuk saat ini yang diamankan baru dua pelaku, untuk yang lainnya itu nanti melihat pemeriksaannya. Karena kedua pelaku ini yang melakukan penyerangan menggunakan gesper dan celurit,” kata Parman.
Polisi juga turut menyita dua unit motor dan senjata tajam berupa celurit yang digunakan para pelaku saat beraksi.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku ternyata tidak saling mengenal.
Baca juga: Aksi Brutal Geng Motor di Flyover Cibodas Tangerang, Dua Pengendara Dibacok
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait motif penyerangan tersebut.
Namun Parman menegaskan bahwa aksi pembacokan itu adalah penyerangan, bukan aksi tawuran karena korban tengah melintas seorang diri, bukan dengan rombongan.
“Kemudian tindak lanjutnya nanti sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Reskrim Palmerah, tentunya akan dilakukan dengan Undang-Undang Anak,” kata Parman.
Baca juga: Kronologi Pelajar Dibacok di Warung Kelontong Grogol Petamburan





