Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring para investor memberikan apresiasi atas kebijakan yang telah ditetapkan dalam menghadapi gejolak pasar keuangan di dalam negeri.
IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke posisi 5.902,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,16 poin atau 3,54 persen ke posisi 589,48.
"Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya, dilansir Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Sementara dari dalam negeri, IHSG melanjutkan penguatan seiring dengan respons positif pelaku pasar terhadap kebijakan domestik yang ditetapkan terkait dengan pasar modal dan moneter.
Pada Selasa, 10 Juni 2026, telah dilakukan pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, serta asuransi BUMN soal rencana program buyback (pembelian kembali) saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) BUMN.
Pada hari yang sama, Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 5,50 persen, melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan. Kenaikan BI-Rate memberikan dampak terhadap kurs rupiah yang menguat 114,00 poin atau 0,63 persen ke posisi 17.944 per USD pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Baca Juga :
OJK Nilai IHSG Masih Menarik, Ditopang Valuasi Murah dan Kinerja EmitenSementara itu, dari mancanegara, bursa kawasan Asia melemah dampak tensi geopolitik, setelah AS melancarkan serangan bela diri terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan. Hal itu meningkatkan kekhawatiran atas ketidakstabilan regional yang lebih luas dan mendorong harga minyak lebih tinggi.
Harga energi global yang tinggi akibat konflik regional memicu kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral. Di sisi lain, pasar juga menunggu data inflasi AS terbaru untuk sinyal baru tentang prospek kebijakan The Fed Federal Reserve.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 4,43 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 3,57 persen dan 3,17 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BABY, KBLV, FOLK, ASLI dan LCKM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TPIA, APIC, ARKO, GMTD dan KJEN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.105.109 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,67 miliar lembar saham senilai Rp31,72 triliun. Sebanyak 571 saham naik, 148 saham menurun dan 96 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1,66 persen ke 64.330,00, indeks Shanghai melemah 0,42 persen ke 3.993,23, indeks Hang Seng melemah 0,64 persen ke 24.407,96, dan indeks Strait Times melemah 1,28 persen ke 4.958,85.




