Pantau - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global serta dinamika kebutuhan pokok.
APBN Dukung Pengendalian Inflasi dan Stabilitas HargaKepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb DIY Juli Kestijanti menyampaikan inflasi tahunan DIY hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,77 persen yang mencerminkan efektivitas pengendalian melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.
“Capaian ini mencerminkan efektivitas langkah pengendalian yang dilakukan secara sinergis melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan APBN berperan penting sebagai instrumen fiskal dalam menjaga stabilitas harga melalui program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur distribusi, serta perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
“APBN berperan menjaga stabilitas harga melalui program penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur distribusi, hingga perlindungan sosial bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pengendalian InflasiJuli mengatakan dukungan APBN diwujudkan melalui belanja kementerian dan lembaga serta Transfer ke Daerah (TKD) yang memberikan ruang fiskal bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan operasi pasar, subsidi transportasi, dan penguatan cadangan pangan.
Pemerintah juga menerapkan pendekatan empat pilar atau 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif dalam menjaga stabilitas inflasi.
Kanwil DJPb DIY turut mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah dengan memastikan penyaluran APBN dan TKD berjalan tepat waktu serta menyediakan data dan analisis bagi para pemangku kebijakan.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan APBN agar setiap rupiah yang dikelola memberikan manfaat nyata bagi stabilitas harga serta menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.




