KOMPAS.TV - Desa Sulangai, Kecamatan Petang merupakan bagian hulu dan wilayah imbuhan utama Provinsi Bali dengan curah hujan yang tinggi antara 2000 - 3500 mm/tahun, dengan bulan basah 5 - 7 bulan per tahun.
Desa Sulangai juga merupakan salah satu dari 243 Desa Wisata Provinsi Bali, ditetapkan melalui SK Bupati Badung Nomor 249/041/HK/2024 tanggal 11 November 2024 dan diserahkan kepada Perbekel Desa Sulangai Bapak I Nyoman Sunarta secara resmi pada acara Sulangai Expo 2024 dan peresmian TPS3R Sunar Giri Lestari pada 7 Desember 2024.
Oleh karenanya sangat tepat untuk dipilih sebagai fokus kegiatan konservasi untuk menjaga lingkungan agar terus dapat mengisi cadangan air tanah yang dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah bagian hilir.
Ketersediaan air bersih dan kelestarian lingkungan menjadi tantangan yang semakin nyata di berbagai daerah, termasuk di Bali.
Menyadari pentingnya menjaga sumber daya alam sejak dini, Desa Sulangai terus mencoba membuat terobosan baru dalam mengembangkan potensi wisatanya, diantaranya Pengembangan Pusat Edu-wisata Konservasi yang sudah dimulai sejak April 2024.
Pusat Edu-wisata Konservasi tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga menjadi ruang belajar mengenai konservasi air tanah, pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, pertanian berkelanjutan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Wisatawan yang datang disambut dengan budaya Bali, selanjutnya diajak menjelajahi berbagai kejadian bencana alam yang sangat menyengsarakan masyarakat, penyebabnya, serta upaya pencegahan dan penanggulangannya melalui pemutaran video singkat, dilanjutkan dengan menelusuri wisata alam, agrowisata, dan wisata religi sesuai paket yang dipilih.
Di sela-sela perjalanan wisata, diajak mengunjungi laboratorium lapangan terkait konservasi air tanah melalui sumur pemanenan air hujan yang dibangun cantik dan menyatu dengan keindahan alam.
Miniatur taman dengan berbagai tanaman konservasi, istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan alam dan hidangan lokal, dilanjutkan dengan pilihan paket yaitu wisata alam (rice terrace, air terjun), agrowisata (green house), dan wisata reliji (pelukatan dan sembahyang Bersama di Pura Kancing Gumi) yang juga merupakan titik “0” Pulau Dewata.
Melalui ketiga paket wisata tersebut, sambil menikmati destinasi wisata hijau, wisatawan dapat mengenal berbagai jenis tanaman konservasi, belajar pentingnya menjaga air tanah, memahami konsep pemanenan air hujan.
Penulis : Pajrijihat
Sumber : Kompas TV
- Bali
- Wisata
- Konservasi
- Wisatawan
- Advertorial





