Mbak Wali Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak di Haflah Akhirussanah Ponpes Al Amien Kediri

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Al Amien Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al Amien, Rabu (10/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak dalam membentuk generasi masa depan.

Menurutnya, momentum akhirussanah bukan sekadar penanda berakhirnya satu jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjuangan para santri, guru, dan orang tua dalam menempuh proses pendidikan yang penuh pengorbanan dan doa.

Momentum Syukur atas Perjalanan Menuntut Ilmu
Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati mengajak seluruh santri untuk mensyukuri perjalanan pendidikan yang telah ditempuh dengan penuh kesungguhan.

Ia menilai keberhasilan para santri tidak terlepas dari peran besar para guru yang terus membimbing dengan ikhlas, serta doa orang tua yang senantiasa mengiringi setiap langkah putra-putrinya.

“Hari ini adalah momentum syukur atas perjalanan ilmu yang telah ditempuh dengan penuh kesungguhan, doa, dan pengorbanan. Ada perjuangan para santri yang tekun belajar, ada keikhlasan para guru yang tanpa lelah membimbing, dan ada doa-doa orang tua yang terus mengiringi setiap langkah putra-putrinya,” ujarnya.

Ilmu dan Akhlak Harus Berjalan Seiring
Mbak Wali menyoroti tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan zaman. Generasi muda juga harus memiliki fondasi keimanan, moral, dan akhlak yang kuat.

Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

“Dibutuhkan generasi yang memiliki ilmu sekaligus akhlak, memiliki kemampuan sekaligus keimanan. Dan itulah yang menjadi kekuatan pesantren,” ungkapnya.

Pesantren Jadi Penjaga Nilai Keislaman
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al Amien yang dinilai konsisten menjaga nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pesantren menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.

Di lingkungan pesantren, para santri tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga diajarkan tentang adab, etika, serta nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Amien, yang dengan istiqamah menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, akhlak, dan ilmu di tengah masyarakat Kota Kediri,” katanya.

Dorong Santri Terus Bermimpi Besar
Wali kota termuda di Indonesia itu juga mengingatkan bahwa akhir pendidikan di satu jenjang bukanlah akhir dari proses belajar.

Sebaliknya, momen tersebut menjadi awal perjalanan baru yang lebih panjang dalam meraih cita-cita dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mendorong para santri untuk terus memiliki mimpi besar, menjaga semangat belajar, dan tidak pernah berhenti berikhtiar dalam mengejar masa depan.

Menurutnya, kesungguhan dalam menuntut ilmu yang disertai akhlak yang baik akan membuka banyak peluang keberhasilan di masa mendatang.

Apresiasi untuk Guru dan Orang Tua
Selain memberikan motivasi kepada para santri, Vinanda juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengasuh pondok pesantren, guru, dan orang tua yang telah berperan dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para santri selama menempuh pendidikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan dunia dan akhirat, serta menjadi jalan menuju kesuksesan yang diridhai Allah. Terima kasih kepada seluruh pengasuh pondok, para guru, dan orang tua atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik generasi penerus bangsa,” imbuhnya.

Dihadiri Tokoh Agama dan Forkopimda
Haflah Tasyakur Akhirussanah tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien KH Anwar Iskandar, Nyai Hj. Qoni’atus Zahro, Nyai Hj. Yayan Handayani, Syuriah PCNU KH Abdul Hamid Abdul Qodir, unsur Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, dewan pengurus yayasan, wali santri, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Terguling Dekat Flyover Pesing Jakbar, Muatan Biji Plastik Berserakan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Dorong Kesejahteraan Petani, Mentan Amran Sulaiman Setujui Hilirisasi Kelapa dan Ubi Kayu di Maluku
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Isi Liburan Sekolah, HARRIS Bundaran Satelit Gelar Kelas Melukis hingga Baby Swimming
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Pemain bersaudara kandung di Piala Dunia 2026, tidak semua satu tim
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
12 Orang Tewas dan 9 Terluka dalam Penembakan Massal di Johannesburg
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.