jpnn.com - Survei terbaru Adidaya Institute menyatakan mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hasil survei Adidaya Institute pada Mei 2026, mencatat sebanyak 68,2 persen responden puas dengan kinerja Prabowo-Gibran, sedangkan 27,1 persen menyatakan ketidakpuasan.
BACA JUGA: 5 Pegawai BPK Kena OTT KPK terkait Kasus Muara Enim
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli mengatakan secara rata-rata hasil survei lembaganya terhadap kinerja Prabowo-Gibran masih cukup bagus.
"Di tengah ancaman perang dan situasi ekonomi dunia yang semakin tidak pasti, angka kepuasan tersebut cukup membanggakan. Kita harus jujur," kata Ahmad Fadhli dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026) siang.
BACA JUGA: Mbak Cory Setor Rp 500 Juta ke Perantara Bupati Muara Enim di Hotel, Oh, Ini Tujuannya
Survei juga menempatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Sebanyak 36,8 persen responden memilih Purbaya sebagai menteri yang paling baik kinerjanya dalam melayani masyarakat.
"Purbaya menjadi Menteri yang paling baik kinerjanya di mata responden. Menteri Presiden Prabowo ini memang tampak disukai masyarakat," ujar Fadhli.
BACA JUGA: Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Suap Blueray Cargo, Hotman Paris Sampaikan Info Penting
Fadhli menilai kepuasan publik ini juga dipengaruhi oleh optimisme terhadap agenda pemberantasan korupsi yang menjadi komitmen pemerintahan saat ini.
Hasil survei mencatat sebanyak 68,8 persen responden percaya rezim Prabowo-Gibran bekerja dengan baik dan optimal dalam memberantas korupsi.
Bersamaan dengan itu, sekitar 62,5 persen responden juga yakin penegakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo sudah berjalan adil.
Fadhil menyebut publik sangat percaya pemerintahan Prabowo-Gibran punya komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi. Apalagi dengan kasus terakhir, yakni penangkapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya oleh Kejagung.
"Ini jadi pertanda bahwa Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam pemberantasan korupsi," ucapnya.
Selain itu, dia mengatakan berdasarkan hasil survei tersebut, publik juga tidak terlalu menuntut agenda reshuffle kabinet dilakukan dalam waktu dekat.
Tercatat, hanya 48,1 persen responden yang setuju reshuffle harus dilakukan saat ini. Sebanyak 32,1 persen justru menolak jika reshuffle kembali dilakukan Presiden Prabowo.
"Boleh jadi ini sinyal publik agar kabinet justru semakin bekerja optimal. Publik memberi kesempatan kepada menteri-menteri pilihan Presiden Prabowo untuk menunjukkan kinerja yang lebih optimal," kata Fadhil.
Responden Dukung MBG dan KDKMPSurvei Adidaya Indonesia juga menunjukkan fakta besarnya dukungan publik terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Berdasarkan survei, rerata lebih dari 70 persen responden mendukung ketiga program unggulan itu.
"Tidak seperti di sosial media yang riuh dengan pesimisme, di dunia nyata, mayoritas publik justru mendukung program-program unggulan Prabowo-Gibran. Statistik surveinya bahkan sangat menarik dan membanggakan," ucap Fadhli.
Dia menyebut pada program MBG, sebanyak 71,5 persen responden memberi dukungan. Selanjutnya sekitar 75,6 persen responden mendukung KDKMP dan 93,3 persen menyatakan dukungan pada program CKG.
"Di tengah tingginya kritik dan keluhan di media-sosial media, angka persetujuan responden ini tentu menjadi modal dukungan keberlanjutan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran," kata calon Doktor Ilmu Statistik itu.(fat/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




