Bisnis.com, JAKARTA — Auto2000, jaringan dealer resmi Toyota, mengungkapkan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi terhadap kinerja penjualan perseroan.
Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan, sebagian konsumen tercatat menunda pembelian mobil saat harga BBM naik, terutama untuk model diesel. Konsumen Auto2000 pun beralih ke model hybrid Toyota yang lebih hemat BBM.
"Yang terjadi lebih banyak adalah pergeseran pilihan. Awalnya ada konsumen yang memesan kendaraan diesel, kemudian beralih ke model hybrid, misalnya Kijang Innova Zenix Hybrid atau Veloz Hybrid," ujar Anton, dikutip Rabu (10/6/2026).
Di lain sisi, dia menjelaskan bahwa kendaraan jenis diesel memiliki preferensi sendiri di kalangan konsumen. Penyuka diesel tidak sekadar mempertimbangkan hitung-hitungan ekonomi, tetapi memang menyukai karakter kendaraan diesel. Jumlahnya juga cukup besar, terutama di Jakarta, Jawa Timur dan Sumatra.
Anton berharap konsumen yang sebelumnya memilih menunda pembelian mobil diesel atau masih melihat situasi dapat segera mengambil keputusan pembelian. Sebab, jika mereka sudah mulai mengambil keputusan, maka penjualannya akan kembali pulih secara bertahap.
"Memang ada koreksi pada harga jual kembali kendaraan diesel, itu fakta. Namun, terkait penurunan penjualan, saya melihat faktor terbesar berasal dari penundaan pembelian, bukan pembatalan secara penuh," jelasnya.
Baca Juga
- Persaingan Auto2000 vs ASLC Berebut Pasar Mobil Bekas kala Daya Beli Lesu
- Auto2000 Ekspansi ke Bisnis Mobil Bekas, Ini Alasannya
Sebagai gambaran, di Jawa Timur, sekitar 20% hingga 25% penjualan Toyota di Auto2000 berasal dari Innova diesel. Preferensi konsumen terhadap model ini memang sangat tinggi. Kondisi yang sama juga terlihat di Sumatra, termasuk di Medan, di mana kendaraan diesel masih menjadi pilihan favorit.
"Kami perlu melihat tren pada bulan ini dan bulan depan. Kalau harga Pertamina Dex kembali turun, saya yakin konsumen akan mulai kembali melakukan pembelian. Pada dasarnya, mereka hanya menunggu kepastian," katanya.
Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) memutuskan menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pada saat yang sama, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, efektif mulai 10 Juni 2026.
Adapun, pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Sementara itu, produk BBM nonsubsidi lainnya, harga Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Terkait strategi Auto2000, perseroan menyiapkan beberapa program. Untuk pembelian kredit, ada program bebas cicilan selama dua hingga tiga bulan.
Sementara untuk pembelian tunai, perseroan memberikan saldo AstraPay dalam jumlah tertentu yang dapat digunakan pelanggan untuk membantu mengimbangi kenaikan biaya BBM. Tujuannya agar konsumen tidak menunda pembelian terlalu lama dan tetap merasa nyaman melakukan transaksi.





