Hanura Bantah Miliki Yayasan Terafiliasi Pengelola Dapur MBG: Itu Hoaks dan Menyesatkan

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura memberikan klarifikasi tegas terkait narasi viral yang menyebut partai tersebut memiliki yayasan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hanura menyatakan informasi tersebut adalah hoaks yang bertujuan merusak citra partai.

Wakil Ketua Umum Hanura, Akhmad Muqowam, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung ke Indonesia Corruption Watch (ICW). Hasilnya, informasi yang beredar di media sosial ternyata berbeda dengan isi penelitian resmi ICW.

"DPP Partai Hanura memandang perlu menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik, dalam menjaga integritas serta nama baik partai," ujar Muqowam di Jakarta, Rabu (10/6).

Senada dengan itu, Waketum Bidang Hukum Hanura, Adil Supatra Akbar, meluruskan bahwa jika terdapat kader yang terdaftar dalam yayasan mitra MBG, hal itu bersifat personal. Contohnya adalah keterlibatan seorang anggota DPRD Ogan Ilir dalam sebuah yayasan.

"Keterlibatan yang bersangkutan dalam pengelolaan MBG merupakan tindakan dan kapasitas pribadi. Itu tidak memiliki hubungan organisatoris dengan partai, dan tidak serta-merta menjadikan yayasan tersebut sebagai yayasan milik Partai Hanura," tegas Adil.

Meski mendukung program MBG, Hanura memastikan tidak akan tinggal diam terhadap kader yang bertindak di luar garis partai.

Dewan Kehormatan Partai dijadwalkan akan segera memanggil kader terkait untuk dimintai keterangan.

"Dewan Kehormatan Partai akan meminta penjelasan dan keterangan secara. Partai akan memberi sanksi tegas kepada semua kader, termasuk anggota DPRD Partai Hanura, yang bertindak di luar tanggung jawab tugas partai dan tugas negara," lanjut Muqowam.

Hanura menyimpulkan bahwa tuduhan keterlibatan partai dalam pengelolaan dapur gizi tersebut sengaja disebarkan sebagai bentuk disinformasi.

"Itu tidak benar dan menyesatkan. Setelah mempelajari hasil penelitian ICW secara menyeluruh, kami menyimpulkan, informasi yang disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu melalui media sosial adalah hoaks dan bentuk disinformasi publik, yang diduga memiliki tujuan untuk mendiskreditkan dan merusak nama baik Partai Hanura," ujar Muqowam.

Saat ini, Hanura masih melakukan penelusuran lebih lanjut dan belum memutuskan untuk menempuh jalur hukum. (dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Sebut Program KB Berhasil karena Libatkan Penghulu
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pekerja Migran asal Kebumen Tewas Ditikam di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
PBTI Siap Sambut 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026, Jakarta Akan Jadi Panggung Atlet Terbaik Asia
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Hakim Ungkap Hal Memberatkan dan Meringankan Vonis 4 Prajurit TNI di Kasus Andrie Yunus
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
2 Aplikasi OTT Nonton Streaming Piala Dunia 2026, Link Download dan Harganya
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.