Rupiah Tak Berdaya Lawan Dolar, Jadi Biang Kerok Naiknya Harga Pertamax

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia membeberkan alasan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.

Ia menjelaskan hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global yang membuat harga minyak dunia bergerak sangat fluktuatif.

"Ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM non subsidi, seperti Pertamax salah satunya," kata Dwi Anggia saat dihubungi, Rabu, 10 Juni 2026.

BACA JUGA:Penjual Warung Makan Terlanjur Menjerit Duluan Sebelum Harga Pertamax Naik, Santi Pilih Naikkan Harga

Ia menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang menjadi dasar perhitungan harga keekonomian BBM nonsubsidi.

"Mulai dari faktor utama, antara lain harga produk BBM di pasar internasional, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta komponen biaya distribusi, penyimpanan, dan perpajakan," ungkapnya.

Karena itu, kata dia, penyesuaian harga BBM Non subsidi, cepat atau lambat, tidak terhindarkan.

BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Ojol Mengeluh: Pendapatan Bersih Tinggal Rp15 Ribu

Lebih lanjut, Anggia menyinggung kondisi di negara-negara Asia Tenggara yang disebut telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga BBM sejenis dengan kenaikan yang bahkan lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

"Di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, kenaikan harga BBM sejenis sudah lebih dulu terjadi dan jauh lebih tinggi dari harga BBM sejenis di tanah air," jelasnya.

BACA JUGA:Harga Pertamax Naik, Pemerintah Rumuskan Paket Stimulus untuk Masyarakat

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan.

Anggia menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar setiap kebijakan energi tetap berpihak kepada masyarakat kecil.

"Karena itu Presiden memerintahkan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik, demi melindungi kelompok rentan, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Ungkap Alasan Subsidi Transjabodetabek Bengkak: Harus Rawat Halte di Luar Jakarta
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Waka MPR Tekankan Pentingnya Sistem Ketenagalistrikan Stabil & Merata
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pemprov Banten Buka Ruang Kolaborasi Sukseskan Program Sekolah Gratis
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eksodus Besar-besaran Borneo FC: Lepas 15 Pemain Termasuk Mariano Peralta yang Disebut Shin Tae-yong Gabung Persija
• 10 jam lalubola.com
thumb
Nova Arianto Minta Garuda Muda Tampil Tanpa Takut Hadapi Australia di Semifinal AFF U19
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.