Versi Azis Gerindra, 2027 Jadi Momentum Indonesia Berubah ke Negara Produktif

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Azis Subekti menyebut 2027 harus menjadi momentum bagi Indonesia mengubah orientasi pembangunan nasional sebagai negara produktif.

"Apakah seluruh sumber daya fiskal yang kita miliki sudah benar-benar melahirkan produktivitas, nilai tambah, lapangan kerja berkualitas, dan daya saing nasional,” kata Azis, Rabu (10/6).

BACA JUGA: Azis Subekti: Kita Sibuk Membangun tetapi Lemah Dalam Menyatukan Koordinasi

Azis menyebut Indonesia selama ini telah berhasil membangun fondasi sebagai negara fiskal. 

Negara mampu menghimpun penerimaan, menjaga stabilitas keuangan publik, mendistribusikan sumber daya, serta memperluas layanan publik.

BACA JUGA: Azis Gerindra: Ekonomi Indonesia Tumbuh dalam Angka, Belum dalam Rasa

Namun, legislator Dapil VI Jawa Tengah (Jateng) itu mengingatkan bahwa negara fiskal belum otomatis menjadi bangsa produktif.

"Negara produktif diukur dari kemampuannya mengubah sumber daya itu menjadi kemampuan ekonomi yang terus berkembang,” kata dia.

BACA JUGA: Azis Gerindra Sebut Pendidikan di Era Prabowo Jadi Poros Utama Pembangunan Nasional

Azis menyoroti sejumlah hambatan struktural yang masih membatasi produktivitas nasional. Semisall, budaya pembangunan berorientasi pada aktivitas administratif.

Azis mengatakan ukuran keberhasilan birokrasi selama ini kerap berhenti pada serapan anggaran, jumlah program, proyek yang selesai, atau laporan administratif. 

Menurutnya, masyarakat tidak hidup dari laporan kegiatan, melainkan dari manfaat nyata pembangunan.

“Jalan baru bernilai kalau menghubungkan sentra produksi dengan pasar. Pelatihan bermakna kalau menghasilkan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Azis.

Hambatan mewujudkan produktivitas nasional lain, kata dia, desentralisasi belum melahirkan kemandirian ekonomi daerah. 

Azis menyebut transfer ke daerah sudah berlangsung lebih dari dua dekade, tetapi banyak wilayah yang bergantung pusat.

“Tujuan akhir pemerintahan daerah bukan laporan yang sempurna. Tujuan akhirnya adalah ekonomi daerah yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta, pendapatan masyarakat yang meningkat, dan basis penerimaan daerah yang semakin kuat,” ungkap dia.

Azis menilai kepala daerah ke depan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar, yakni model ekonomi yang sedang dibangun untuk masa depan kawasan.

Dia menekankan pentingnya peran Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB dalam mengubah arah birokrasi nasional. 

Menurutnya, hal yang diukur oleh kedua kementerian tersebut akan sangat menentukan perilaku birokrasi di pusat maupun daerah.

“Jika yang diukur hanya kelengkapan laporan, birokrasi akan menjadi ahli laporan, tetapi jika yang diukur adalah produktivitas daerah, penciptaan lapangan kerja, investasi, kualitas layanan publik, dan kemandirian fiskal, energi birokrasi akan bergerak ke arah yang lebih produktif,” katanya. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar 26 Pemain Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang yang Telah Matang Emosional Dilihat dari Perilakunya Sehari-hari
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
kumparan Ajak Karyawan Rehat Sejenak Lewat Sesi Yoga dan Sound Healing
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Memanas! Iran Lancarkan Serangan Rudal-Drone ke Bahrain
• 14 jam laludetik.com
thumb
Konten Video Lucu-lucuan tentang Sang Mantan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Menkeu Akan Tekan Efek Domino Kenaikan BBM pada Sektor Barang dan Jasa
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.