Pelajar di Ciwaringin Bogor Diserang Usai Belajar Kelompok, 1 Terluka

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Viral di media sosial sekelompok pelajar menjadi sasaran pengadangan dan penyerangan oleh kelompok pelajar lain di Jalan Ciwaringin, Bogor Tengah, Kota Bogor. Satu orang terluka di ketiak akibat sabetan ikat pinggang atau gesper.

"Korban inisial MF kelas X SMAN, luka pada ketiak sebelah kanan akibat dari pecutan atau sabetan sabuk pinggang gesper," kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo ketika dimintai konfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Polisi Patroli Anjing Pemburu di Lokasi Bocah Tewas, 3 Ekor Diamankan

Waluyo mengatakan peristiwa itu terjadi ketika korban MF sedang berboncengan motor atau bonceng tiga bersama dua teman satu sekolahnya, MR dan TM, pada Selasa (9/6) sore. Saat itu, korban sedang dalam perjalanan pulang setelah belajar kelompok di Taman Heulang Kota Bogor.

"Setelah melakukan belajar kelompok di Taman Heulang, saudara TM mengantar pulang dua rekannya, MR dan MF, menggunakan motor. Ketika melewati Jalan Ciwaringin, mereka diteriaki oleh sekelompok pelajar lain yang membawa senjata tajam berupa pisau dan sabuk gesper. Ketiga korban diserang dan disabet menggunakan gesper," kata Waluyo.

Penyerangan tersebut mengakibatkan ketiga pelajar terjatuh dari motor. Penyerangan tersebut kemudian dihalau warga. Pelaku dan korban kemudian diserahkan ke Polsek Bogor Tengah.

"Di lokasi, MF terkena sabetan sabuk gesper oleh pelajar yang memakai pakaian pramuka dan memakai masker. (Kemudian) ada (pelaku) yang mengancam MF menggunakan pisau. Lalu, sekelompok warga tiba dan membantu MF," imbuhnya.

Waluyo menambahkan, pelaku dan korban sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Bogor Tengah. Pihak sekolah dan orang tua kedua kelompok pelajar terlibat penyerangan, turut diminta hadir.

Baca juga: Maling Motor di Parkiran Salon Bogor Diburu, Sempat Tarik-tarikan dengan Korban

"Hasil mediasi, kedua belah pihak menyatakan permasalahan selesai dan tidak akan menempuh jalur hukum. Untuk pembinaan pelajar tersebut diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing," kata Waluyo.

"Korban MF sudah dibawa berobat oleh guru kesiswaan. Untuk pelajar yang membawa gesper dan pisau tidak diketahui kepemilikannya dan masih penyelidikan," imbuhnya.

Tonton juga video "Viral Bullying Brutal Siswa SMP di Lampung"




(sol/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Bagaimana dengan Pertalite?
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Pelajari Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus MBG
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Timur Tengah Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Natalius Pigai Tugaskan 110 Mediator Non-hakim di Pengadilan
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kemarin, wacana bangun Jakarta dengan saintek hingga Hari Lansia
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.