BNI (BBNI) Tetap Jaga Intermediasi ke Sektor Riil di Tengah Kenaikan BI Rate

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi secara selektif dan produktif untuk mendukung sektor riil meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perseroan memandang kenaikan BI Rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global. 

Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan tekanan inflasi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional.

"Kami memandang kenaikan BI Rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Dia menjelaskan, stabilitas makroekonomi menjadi prasyarat penting bagi sektor perbankan untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. 

Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, bank memiliki ruang untuk menjaga penyaluran pembiayaan secara prudent, selektif, dan produktif.

Baca Juga

  • Strategi Bank Maybank (BNII) Lindungi Data Nasabah dari Ancaman AI dan Deepfake
  • Fundamental Himbara Tetap Solid, Bos BNI: Ini Adalah Kinerja Terbaik
  • Analis Maybank Proyeksi BI Rate Berpotensi Dikerek ke Level 6%

Meski demikian, BNI tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit, terutama dari sektor usaha yang sensitif terhadap perubahan biaya dana. 

Perseroan juga akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan kondisi makroekonomi, arah kebijakan moneter, serta kebutuhan pembiayaan nasabah.

Di tengah dinamika suku bunga, BNI memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis. 

Pemanfaatan teknologi dilakukan pada berbagai aspek operasional, mulai dari pengembangan layanan perbankan, peningkatan pengalaman nasabah, hingga optimalisasi proses kredit agar semakin cepat, efektif, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, perseroan juga memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) dan manajemen risiko guna menjaga kualitas aset dan ketahanan bisnis. 

BNI secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, likuiditas, serta perkembangan kondisi ekonomi dan pasar sebagai bagian dari mitigasi risiko berkelanjutan.

"Kami terus memperkuat governance, manajemen risiko, dan kapabilitas digital agar tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. 

Dengan fondasi yang kuat tersebut, BNI optimistis dapat terus mendukung sektor riil dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Okki.

Adapun, BNI akan terus mencermati perkembangan makroekonomi dan arah kebijakan moneter untuk memastikan strategi bisnis tetap adaptif. 

Dengan dukungan permodalan, likuiditas yang memadai, serta pengelolaan risiko yang prudent, perseroan menegaskan komitmennya menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dipecat, Ini Pertimbangan Hakim
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Polres Parepare Gagalkan Peredaran 40 Kg Sabu, Lima Pelaku Ditangkap
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Dudung Ungkap Bagaimana Tiap Pembangunan Dapur MBG Ada Keuntungan Rp3 MiIliar
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Lee Jae-wook Debut Jadi Penyanyi, Gandeng Seul-ong 2AM di Lagu
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Telur Anjlok Akibat Surplus Produksi, KPUS Minta Penyerapan Program MBG Ditingkatkan
• 48 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.