JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi Roslina Effendi (70), tinggal di rumah lansia bukanlah kisah tentang seorang ibu yang ditinggalkan anak-anaknya.
Sebaliknya, keputusan itu lahir dari rasa sayang ketiga anaknya yang ingin memastikan sang ibu tetap aman, sehat, tanpa perlu khawatir dirinya menjalani hari-hari seorang diri di rumah.
Kini, di Rumah Lansia Sasana Tresna Werdha (STW) Ria Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur, Roslina merasa hidupnya justru lebih nyaman dan dikelilingi banyak teman yang menemani masa tuanya.
Baca juga: Mengintip Kehidupan di Rumah Lansia Cibubur Jaktim, dari Aktivitas hingga Biaya Hunian
"Saya tinggal di hunian lansia ini bukan berarti anak-anak tidak menyayangi saya. Justru anak-anak saya sangat perhatian," ujar Roslina saat ditemui Kompas.com di STW Ria Pembangunan, Cibubur, Selasa (9/6/2026).
Roslina mulai tinggal di STW Ria Pembangunan sejak 2025.
Sedangkan sang suami lebih dulu meninggal pada 2018. Ketiga anak perempuannya pun telah memiliki kehidupan masing-masing dan tinggal di kota berbeda.
Anak pertamanya bekerja di Medan, sementara dua lainnya bekerja di Jakarta dan Tangerang. Kondisi itu membuat rumah Roslina kerap kosong sepanjang hari.
"Anak-anak khawatir kalau saya tinggal sendirian dan terjadi sesuatu, misalnya jatuh atau sakit. Jadi tidak ada yang mengetahui," kata Roslina.
Berbekal informasi yang diperoleh melalui internet, keluarga kemudian menemukan STW Ria Pembangunan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Roslina sekaligus kemampuan finansial keluarga.
"Biaya bulanan saya di sini ditanggung bersama oleh ketiga anak saya. Mereka patungan setiap bulan," ujar dia.
Baca juga: Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?
Meski kini tinggal terpisah, hubungan Roslina dengan anak-anaknya tetap hangat. Mereka rutin berkomunikasi melalui telepon dan saling bertukar kabar hampir setiap hari.
Saat Lebaran, Roslina selalu diajak berkumpul bersama keluarga besar.
Belum lama ini, ia juga menikmati liburan bersama anak-anaknya ke Anyer.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa rumah lansia bukanlah simbol keterpisahan dari keluarga.