Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Makkah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 setelah seluruh operasional selesai.
Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan di internal kementerian, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga eksternal yang memiliki fungsi pengawasan.
Baca Juga
Pelanggaran Dam Haji, Tujuh Orang Diperiksa
BREAKING NEWS: AS Kembali Bombardir Iran
Mitigasi Bencana hingga Keamanan Siber, Krakatau Posco Edukasi Pelajar Cilegon
Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya. "Tahun depan nanti akan ada evaluasi besar di internal kementerian, kemudian ada evaluasi dari pihak luar dari DPR, dari BPK, dan lain-lain," kata Dendi kepada wartawan Media Center Haji (MCH) usai memimpin apel di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu (10/6/2026).
Dendi juga menanggapi masukan dari Komisi VIII DPR RI mengenai kondisi tenda di Mina yang menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan haji. Menurut dia, persoalan di Mina tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan area yang tersedia untuk menampung jutaan orang jamaah dari seluruh dunia. Karena itu, persoalan kapasitas dan kenyamanan di Mina masih menjadi tantangan yang harus terus dicari solusinya bersama pemerintah Arab Saudi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Irjen Kemenhaj), Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi - (Fernan Rahardi / Republika)
"Memang salah satu titik krusialnya ada di Mina itu, karena daya tampung areal Mina itu sendiri terbatas,"ujar dia.
Menurut Dendi, musim haji tahun ini menjadi pengalaman perdana bagi Kementerian Haji dan Umrah RI dalam mengelola penyelenggaraan haji sebagai kementerian yang baru dibentuk. Dia menilai, berbagai dinamika yang terjadi di lapangan akan menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga. Ia menilai masih banyak hal yang perlu disempurnakan agar kualitas layanan kepada jemaah semakin baik pada masa mendatang.
"Tentu banyak hal yang, karena ini tugas perdana, saya kira pasti banyak hal yang kita temukan. Dari pengalaman itu nanti bisa kita belajar dan kita sempurnakan lagi," ujarnya.