REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Selat Hormuz ditutup total oleh Iran, pada Kamis (11/6/2026), termasuk untuk kapal-kapal komersial, usai Ameriksa Serikat (AS) kembali melancarkan serangan. Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan semua kapal yang mencoba melintas alan menjadi target.
"Klaim Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melintas di Selat Hormuz adalah palsu," demikian keterangan Khatam al-Anbiya dikutip the Cradle. have passed through the Strait of Hormuz is false."
Baca Juga
BREAKING NEWS: AS Kembali Bombardir Iran
Bukti Video Tunjukkan IDF Bunuh dengan Keji Bayi Tujuh Bulan di Hebron
Irjen: Ada Evaluasi Besar untuk Musim Haji Tahun Depan, Termasuk Soal Mina
Pihak Iran menyatakan blokade terkini meliputi kapal tanker minyak dan kapal komersial. Setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran.
Selat Hormuz sebelumnya bebas dilintasi kapal dagang yang mendistribusikan sekitar 20 persen kebutuhan migas dunia. Penutupan selat itu dilakukan Iran sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel pada Februari lalu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pebutupan selat itu memicu krisis energi di berbagai negara. Naiknya harga BBM jenis Pertamax di Indonesia jadi salah satu dampak langsung krisis tersebut.
Selat Hormuz
Sejak gencatan senjata sementara disepakati AS-Iran pada April lalu, perlahan Selat Hormuz mulai dibuka meski tak sebebas sebelumnya. Eskalasi belakangan agaknya bakal menyumbat lagi arus distribusi migas di selat tersebut.
Kantor berita Mehr Iran juga melaporkan bahwa bentrokan hebat dan baku tembak telah terjadi di Selat Hormuz antara pasukan AS dan unit angkatan laut IRGC. IRGC juga mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya menembakkan rudal ke pesawat F16 yang melanggar “wilayah udara Teluk”, dan memaksanya mundur.
Mehr menambahkan bahwa pasukan AS telah menargetkan tujuh titik pantai dalam serangan Rabu malam. Serangan telah dilaporkan terjadi di berbagai daerah termasuk Bandar Abbas, Sirik, Qeshm dan Pulau Hengam.
Sementara sistem pertahanan udara diaktifkan di Teheran barat. Media Iran juga melaporkan ledakan di beberapa wilayah Iran di Sirik dan Minab, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Gorgan.
Ledakan juga terdengar di kota Fars di provinsi Fars barat daya Iran disebabkan oleh sistem pertahanan udara yang diaktifkan di luar kota.