Bak Astronot, Ini Potret Pakaian Perawat Jerman Tangani Pasien Ebola

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
1/8

Para petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat mengikuti tur media di fasilitas isolasi pasien Ebola di Berlin, Jerman, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut digelar oleh Charité beberapa hari setelah rumah sakit itu memulangkan seorang warga negara Amerika Serikat yang dinyatakan sembuh dari Ebola, sekaligus memperagakan simulasi penanganan pasien dengan penyakit mematikan tersebut. (REUTERS/Maryam Majd)

2/8

Pasien yang diidentifikasi sebagai misionaris medis Peter Stafford itu dirawat di Klinik Virchow Charité sejak 20 Mei setelah tertular Ebola saat merawat pasien di Republik Demokratik Kongo (DRC). (REUTERS/Maryam Majd)

3/8

Rumah sakit menyatakan kondisi pasien membaik signifikan setelah menjalani terapi antivirus gabungan serta berbagai tindakan medis pendukung. (REUTERS/Maryam Majd)

4/8

Dalam keterangannya, Charité menyebut tidak ada lagi virus Ebola yang terdeteksi pada tubuh Stafford sejak 30 Mei. Gedung Putih menjelaskan pasien dan keluarganya dibawa ke Jerman karena lokasi Berlin sekitar 12 jam lebih dekat dari DRC dibandingkan Amerika Serikat. (REUTERS/Maryam Majd)

5/8

Direktur Medis Departemen Penyakit Menular dan Perawatan Intensif Charité, Leif Erik Sander, mengatakan fasilitas isolasi khusus di Virchow memiliki kapasitas untuk merawat hingga 20 pasien secara bersamaan tanpa mengganggu operasional rumah sakit.  (REUTERS/Maryam Majd)

6/8

Unit tersebut merupakan satu-satunya fasilitas di Jerman yang menggabungkan layanan penyakit menular dan perawatan intensif dalam satu lokasi. (REUTERS/Maryam Majd)

7/8

Bangsal isolasi khusus Charité dirancang untuk menangani penyakit yang sangat menular dan mengancam jiwa, termasuk insiden biologis, kimia, radiologis, dan nuklir (CBRN). Seluruh staf yang menangani pasien wajib mengenakan pakaian pelindung khusus sekali pakai dengan prosedur dekontaminasi ketat.  (REUTERS/Maryam Majd)

8/8

Sander memperingatkan wabah penyakit seperti Ebola diperkirakan akan semakin sering terjadi akibat perubahan ekosistem, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya mobilitas manusia, sehingga fasilitas khusus semacam ini menjadi semakin penting di masa depan. (REUTERS/Maryam Majd)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Kamis, 11 Juni 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Tiga Lokasi PSEL Gelombang Pertama Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Satgas PRR Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak Ketiga untuk Percepat Normalisasi Sungai Pasca-Bencana Sumatera
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pembelian Listrik SPKLU di Wilayah Parepare Melonjak 2 Kali Lipat, PLN Bakal Tambah Unit
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Pengacara Duga Ada Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.