Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua

rctiplus.com
10 jam lalu
Cover Berita
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita SemuaNasional | sindonews | Kamis, 11 Juni 2026 - 06:13Dengarkan Berita

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat dalam dua hari terakhir. SBY mengatakan, ada berita baik dan berharap tren itu bisa menjadi awal yang baik untuk kondisi ekonomi Indonesia.

"Alhamdulillah, ada "good news" untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ "a good beginning"," tulis SBY dalam akun X-nya yang dilihat Rabu (10/6/2026).

SBY mengungkapkan, kabar baik itu sesuai dengan prediksinya pada Mei 2026. Dia meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi dalam mengatasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat Indonesia. "Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita," ujar dia.

Baca Juga: Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya

Baca Juga:Hercules ke Amien Rais: Hati-Hati Kalau Bicara!

Menurutnya, pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. "Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG."

"Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif," ujarnya.

SBY berharap, momentum ini bisa terus dijaga pemerintahan Prabowo. Dia yakin pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor."

Baca Juga:Mutasi Mei 2026, 8 Kombes Pol Dipindah Jadi Direktur di Polda

SBY menambahkan, "Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM."

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (10/6/2026), yakni naik 114 poin atau sekitar 0,63 ke level Rp17.944 per dolar AS. Tren pemulihan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, yang hari ini menyentuh Rp17.971/USD, atau membaik dari sebelumnya Rp18.141.

IHSG juga ditutup menguat 2,67 atau naik 153,62 poin ke level 5.900 pada akhir perdagangan hari ini Rabu (10/6/2026). Penguatan indeks didukung oleh dominasi saham yang menguat serta reli yang terjadi hampir di seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Respons Direktur Eksekutif INDEF soal Dampak Naiknya Harga Pertamax | KOMPAS SIANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Bukan Prancis Apalagi Belanda, Argentina Jadi Favorit Nomor 1 Juara Piala Dunia 2026
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Sudah Terlanjur Bucin, Sarwendah dan Giorgio Antonio Diramal Tak Berjodoh
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Review Drakor Reborn Rookie, Sajikan Nuansa Makjang dengan Dark Comedy yang Seru
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Dekati Venezuela dan Amerika Latin untuk Impor Migas
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.