Grid.ID – Kesabaran presenter Ruben Onsu tampaknya telah mencapai batasnya. Setelah sekian lama memilih untuk diam dan mengupayakan perdamaian, Ruben kini disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum yang sangat serius, yakni melakukan gugatan untuk merebut hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah.
Hal ini dipicu oleh sederet peristiwa yang membuat Ruben merasa lingkungan tempat anak-anaknya bertumbuh saat ini sudah tidak sehat bagi perkembangan mental dan karakter mereka.
Titik balik kemarahan Ruben bermula dari sebuah cuplikan video live TikTok. Dalam video tersebut, putri sulungnya, Thalia, tampak menunjukkan reaksi yang sangat tidak biasa ketika netizen bertanya tentang ayahnya.
Thalia terlihat enggan menjawab, bahkan terdengar celetukan dari orang dewasa di sekitarnya yang menyebut bahwa menanyakan kabar ayah adalah hal yang "tidak penting."
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa peristiwa inilah yang memantapkan niat Ruben.
"Anak-anak ini dikelilingi oleh orang-orang dewasa yang tidak dewasa. Reaksi anaknya seperti tidak punya empati sedikitpun kepada ayahnya," terang Minola saat dihubungi via zoom, Rabu (10/6/2026).
"Ini bukan normalnya seorang anak kecil jika tidak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya," tegas Minola.
Alasan lain yang membuat Ruben geram adalah keterlibatan anak-anaknya dalam aktivitas live TikTok jualan hingga larut malam. Ruben menilai aktivitas tersebut tidak pantas bagi anak di bawah umur.
Ironisnya, pihak Sarwendah kerap beralasan anak-anak "sibuk" setiap kali Ruben meminta waktu untuk berkumpul 2-3 hari sesuai komitmen.
"Apakah kesibukan yang dimaksud adalah kesibukan live TikTok malam hari? Sangat disayangkan jika anak dilibatkan dalam pekerjaan seperti itu, tapi tidak diberikan kesempatan untuk bertemu ayahnya secara berkualitas," lanjut Minola.
Keyakinan Ruben untuk mengambil hak asuh juga diperkuat dengan fakta miris mengenai komunikasi harian. Minola membeberkan betapa sulitnya Ruben menjangkau anak-anaknya secara langsung.
"Bayangkan, chatting ayahnya di bulan April baru dibalas di bulan Mei. Komunikasi yang sangat buruk ini membuat Ruben merasa seperti orang asing. Bahkan ia sampai kehilangan rasa percaya diri untuk menemui anaknya karena suasana yang sengaja dibuat kaku," ungkap sang pengacara.
Di sisi lain, Ruben terus menjalankan kewajibannya secara fantastis. Diketahui ia tetap menggelontorkan biaya hampir Rp200 juta per bulan untuk nafkah dan sekolah anak.
Namun, tanggung jawab besar ini tidak dibarengi dengan penghargaan atas statusnya sebagai ayah. Ruben mengaku tidak pernah lagi dilibatkan dalam momen penting seperti kelulusan (graduation) maupun rencana ulang tahun anak.
"Ini yang membuat Ruben sedih. Masa membayari biaya anak tapi merasa tidak pernah punya anak karena tidak pernah dipertemukan dan tidak diajak rundingan?" tutur Minola.
Melihat situasi yang semakin memburuk, Minola Sebayang mengonfirmasi bahwa rencana untuk mengajukan gugatan hak asuh anak kini sedang dalam tahap pematangan. Ruben disebut hanya tinggal menunggu momentum yang tepat jika tidak ada perubahan sikap dari pihak mantan istri.
"Hari ini, keyakinan untuk melakukan upaya hukum mendapatkan hak asuh itu semakin kuat. Ruben tidak mau masa depan karakter anak-anaknya hancur karena pengaruh lingkungan yang salah," tutup Minola. (*)
Artikel Asli



