Timur Tengah Begejolak: Iran Gempur Pangkalan AS, Selat Hormuz Ditutup

celebesmedia.id
7 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan tidak lama setelah serangan terbaru Washington ke Iran.

Kantor berita Nour News melaporkan bahwa Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Harir yang digunakan militer Amerika Serikat di Irak utara. Selain itu, sebuah situs radar AS di wilayah Kurdistan Irak juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Tidak hanya itu, laporan yang sama menyebutkan bahwa kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz dan Teluk Persia turut menjadi target operasi militer Iran.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran memperlambat proses perundingan. Pada Rabu (10/6), Trump menyatakan Washington siap melancarkan serangan berskala besar terhadap Teheran apabila situasi terus memburuk.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah wilayah di Iran dilaporkan mengalami ledakan pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat. Media Iran menyebut dentuman terdengar di Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik.

Sistem pertahanan udara juga diaktifkan di Tehran serta beberapa wilayah selatan negara tersebut untuk mengantisipasi ancaman lanjutan.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa sebuah pesawat tempur F-16 milik Amerika Serikat diduga melanggar wilayah udara Iran bagian selatan.

Sebagai respons, militer Iran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Dalam siaran televisi nasional, Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran dihentikan sementara.

Jalur laut tersebut ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker dan kapal dagang, dengan alasan meningkatnya ketidakamanan di kawasan akibat konflik yang terus berkembang.

Militer Iran juga mengeluarkan peringatan keras bahwa "pergerakan apapun" di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak apabila dianggap mengancam keamanan negara.

Sebelumnya, televisi nasional Iran melaporkan lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, Provinsi Hormozgan.

Ledakan juga terdengar di Bandar Abbas, sementara sistem pertahanan udara aktif di sejumlah wilayah lain seperti Jask, Qeshm, dan Sirik.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan tambahan ke sejumlah target di Iran.

CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai tindakan "membela diri" yang dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump untuk merespons apa yang disebut sebagai "agresi yang terus berlanjut" dari Iran.

Perkembangan terbaru ini menandai meningkatnya risiko konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan serta jalur perdagangan global di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Antara, Anadolu, Sputnik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Bicara Kasus Perudungan Anak Hingga Pingsan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Jose Mourinho Berniat Rombak Skuad Real Madrid, Dua Pemain Bintang Liga Inggris Masuk Radar
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Terima JK dan Putranya di Istana, Ajak Diskusi di Meja Bundar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Alam Sutera (ASRI) Tebar Dividen Rp29 Miliar ke Investor
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Ruben Onsu Meradang Anaknya Sebut Giorgio Antonio dengan Sebutan Papa
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.