Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan sekitar 1.000 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memperkuat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) sebagai langkah strategis mendukung target swasembada pangan nasional.
Peneliti BRIN Akan Ditempatkan di BRMP Seluruh IndonesiaDalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Amran menjelaskan penguatan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan BRIN telah disepakati melalui penandatanganan pada 9 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, “Ini seribu, ini langsung ke pertanian semua, semua berkantor (ke) BRMP se-Indonesia. Para peneliti (BRIN) seribu menempati semua (BRMP) dan Cimanggu kita gunakan kembali.”
Langkah tersebut disampaikan sebagai respons atas sorotan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengenai belum optimalnya fungsi BRMP setelah banyak peneliti beralih ke BRIN beberapa tahun lalu.
Titiek mengatakan, “BRMP ini mau diapain? Luas sekali di setiap daerah, itu BRMP-nya tuh besar, luas sekali dan sebetulnya tenaga-tenaganya dulu juga banyak. Nah, setelah ditarik ke BRIN kan tidak ada pergerakan apa-apa di BRMP masing-masing (daerah).”
Menurut Amran, para peneliti akan mengoptimalkan fasilitas penelitian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk kawasan penelitian Cimanggu di Bogor.
Status Peneliti Tetap di BRIN dengan Dukungan KementanMenjawab pertanyaan mengenai status kepegawaian, Amran menegaskan para peneliti tetap menjadi pegawai BRIN, namun menjalankan aktivitas penelitian di lingkungan BRMP milik Kementerian Pertanian.
Ia mengatakan, “Anggarannya kita support, penelitiannya. Kemudian tetap sebagai (pegawai) BRIN tapi absennya di tempat kami. Jadi sebenarnya administrasi saja.”
Skema tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara riset dan implementasi teknologi pertanian sehingga hasil penelitian dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Menanggapi penjelasan itu, Titiek menyatakan, “Ya itu kan jelas. Jadi mau diapain, diapainnya jelas gitu.”
Pemerintah berharap penguatan BRMP melalui dukungan sekitar 1.000 peneliti BRIN mampu mempercepat lahirnya inovasi dan teknologi yang mendukung peningkatan produksi serta pencapaian swasembada pangan nasional.




