Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini kembali mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 11 Juni 2026, IHSG berada di posisi 5.899,265.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.59 WIB, IHSG sempat turun sebelum akhirnya bangkit dan menguat sebanyak 22,916 poin setara 0,39 persen ke level 5.925,292.
Adapun sebanyak 375 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 258 saham lainnya melemah dan 172 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.59 WIB sebanyak Rp6,491 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 9,213 miliar saham.
Baca juga: IHSG Ditutup Naik 2,71%, Didorong Penguatan Rupiah dan Kebijakan BI
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Menguat hingga balik ke level 6.000
Retail Research Analyst BNI Sekuritas Karina Rusfidyawati mengatakan IHSG hari ini berpotensi menguji level psikologis di level 6.000. "Diperkirakan support IHSG 5.750-5.840 dan resist IHSG 6.000-6.050," ungkap Karina dalam analisis hariannya.
IHSG pada pedaagngan kemarin, Rabu, 10 Juni 2026, ditutup naik 2,71 persen di level 5.902,38 tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp3,13 triliun. Saham yang paling banyak di-net sell asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 900 poin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Ancaman menimbulkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Dow Jones ditutup melemah 1,87 persen, S&P 500 turun 1,62 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 1,98 persen.
Di sisi lain, bursa saham Asia mayoritas turun pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran. Pada saat yang sama, harga minyak dunia kembali menguat sehingga menyebabkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Indeks Nikkei Jepang melemah 1,9 persen, dan Topix turun 1,2 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,5 persen, dan Kosdaq turun 1,7 persen. Selain itu, Hang Seng Hongh Kong melemah 0,6 persen, Taiex Taiwan turun 3,3 persen, sedangkan ASX 200 Australia naik 0,6 persen.




