Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China meluncurkan KTP khusus untuk robot humanoid yang berada di wilayahnya. Sistem identifikasi ini jadi upaya negara untuk mengikuti cepatnya teknologi berkembang.
Inisiatif ini diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi dengan Pusat Inovasi Robot Humanoid Hubei.
KTP robot ini memiliki sejumlah identitas, persis seperti kartu identitas yang dimiliki manusia. Informasi yang tercantum seperti kewarganegaraan, produsen, model dan nomor seri unik.
Namun kode yang ada di dalamnya jauh lebih panjang 11 digit dari identitas warga China dengan jumlah 29 karakter.
- 5 Pria Positif Monkeypox usai Kunjungi Sauna Khusus Gay
- Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Ambruk, Yen Menguat
Informasi dalam KTP itu juga bukan hanya pelat nomor statis biasa. Melainkan akan menjadi laporan apa yang terjadi pada robot, misalnya keausan fisik, status baterai dan kapasitas kognitif AI yang disematkan di dalam tubuhnya.
Eksekutif di Hubei, Liu Chuanhou mengatakan informasi soal keadaan robot akan membuat pihaknya bisa menemukan kerusakan bahkan solusi perawatannya.
"Jika robot mengalami kerusakan, kami bisa memeriksa log operasional dan catatan perawatan lewat ID unik untuk menemukan kerusakan, menentukan tanggung jawab, dan melakukan perawatan yang efisien," kata Chuanhou, dikutip dari Fast Company, Rabu (10/6/2026).
Perkembangan robot di China memang luar biasa. Banyak perusahaan lokal yang telah menghasilkan robot buatan sendiri, dan bahkan berencana menjualnya kepada publik.
Misalnya GigaAI, yang didukung lengan investasi Huawei, mengumumkan keberadaan robit pelayan komersial pertama bernama SeeLight S1. Sebanyak 100 robot mulai diujicoba bulan ini dan akan diluncurkan secara gratis pada paruh pertama tahun depan di Wuhan.
CEO GigaAI, Zhu Zheng juga mengonfirmasi penjualan robot di toko ritel, harganya sekitar US$15 ribu (Rp 268 juta).
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google




