jakarta.jpnn.com - Kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan kawan-kawan menambah deret panjang persoalan-persoalan yang mengiringi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu mendapat perhatian dari Angkatan Muda Al Washliyah yakni Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (GPA).
BACA JUGA: Di Depan Prabowo, Siswa Tabanan Merasa Terbantu Berkat Sekolah Rakyat
Ketua Umum GPA Aminullah Siagian mengatakan kasus korupsi yang menjerat Dandan Hidayana dan kolega adalah bagian dari kualat kepada Al Washliyah.
"Saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo ini dikelola dengan nepotisme, beginilah jadinya," ucap Aminullah, Rabu (10/6).
BACA JUGA: Menteri Yusril Sebut Presiden Prabowo Pantau Korupsi Imigrasi dan BGN
Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution mengatakan banyak perusahaan yang terafiliasi dengan Dadan dan kolega sehingga mantan kepala BGN itu meraup keuntungan kurang lebih Rp 1 miliar per hari.
"Kejagung harus mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya. Periksa semua nama-nama besar yang terlibat dan pidanakan," kata Razak.
BACA JUGA: Dasco Sebut Keputusan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Gantikan Dadan Hindayana Tepat
Menurut Razak, program mulia Presiden Prabowo harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
"Pembantu itu tugasnya membantu," kata Razak.
Menurut Razak, pembantu presiden harus bersikap tahu diri.
"Jangan banyak gerakan tambahan dan memanfaatkan ketulusan hati Pak Prabowo yang ingin mencetak Generasi Emas 2045 dengan memperbaiki kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan menyusui," jelas Razak.
Razak menegaskan pihaknya dan GPA mengawal kasus korupsi MBG.
"Kami mendukung sepenuhnya Kejagung untuk membongkar kasus ini agar adanya efek jera kepada tikus-tikus berdasi," ujar Razak. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




