Liputan6.com, Jakarta - Komitmen dalam pengelolaan sampah (waste management) secara konsisten dan berkelanjutan melalui program Eco Enzyme, sejalan dengan pilar CSR Allianz Indonesia di bidang Lingkungan terus dilakukan Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli.
"Program ini telah dijalankan sejak 2022 dan terus berkembang sebagai upaya membangun kebiasaan, pengetahuan, serta praktik pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan," ujar Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti, Kamis (11/6/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, berawal dari pelatihan dan pendampingan dalam mengolah sisa kulit buah dan potongan sayur menjadi cairan Eco Enzyme, program ini kemudian dikembangkan ke tahap upscaling agar manfaatnya semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
"Pada 2026, fokus program diarahkan pada pendampingan pembuatan produk yang lebih layak guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis komunitas sekolah," ucap Daryanti.
Menurut dia, sebagai bagian dari tahapan tersebut, Allianz Indonesia baru saja menyelenggarakan kegiatan upscaling Eco Enzyme di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yaitu SDN Rawamangun 02 pada 13 Mei 2026 dan SDN Pondok Kopi 02 pada 19 Mei 2026.
"Melalui kegiatan ini, Eco Enzyme tidak hanya dikenalkan sebagai hasil fermentasi sampah organik, tetapi juga sebagai pendekatan yang mengajarkan bahwa sisa bahan rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Daryanti.




