Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade bertemu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara IKM dan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk dukungan terhadap program organisasi perantau Minang dan pembangunan sekretariat permanen IKM di Lampung.
Dalam audiensi itu, Andre didampingi Sekretaris Jenderal DPP IKM Braditi Moulevey, jajaran pengurus DPP IKM, serta tokoh dan pengurus IKM Lampung. Rombongan diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Pemprov Lampung.
Andre mengatakan IKM memiliki komitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, kehadiran perantau Minang di berbagai wilayah harus mampu memberikan manfaat bagi daerah tempat mereka tinggal.
“IKM berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Di mana pun perantau Minang berada, kami ingin keberadaan IKM memberikan manfaat, baik bagi ranah maupun rantau,” kata Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR.
Andre menjelaskan, IKM tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi perantau Minang, tetapi juga aktif membantu masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan. Salah satu contohnya adalah saat IKM membantu mengevakuasi sekitar 1.400 warga Minang dalam kerusuhan Wamena pada 2019.
Menurut Andre, semangat solidaritas dan kemampuan beradaptasi menjadi kekuatan utama masyarakat Minang di perantauan. Karena itu, IKM ingin terus memperkuat kontribusi sosial dan ekonomi anggotanya, termasuk di Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Andre juga menyampaikan aspirasi pengurus IKM Lampung terkait rencana pembangunan sekretariat permanen sebagai pusat aktivitas organisasi. Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung upaya tersebut.
“Kami berharap nanti ada dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk pembangunan sekretariat IKM. Tanah akan kami siapkan, sementara untuk pembangunan kami berharap bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif usulan tersebut. Ia bahkan membuka peluang pemanfaatan aset pemerintah yang belum digunakan untuk menunjang kegiatan organisasi perantau Minang di Lampung.
Mirza juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung membantu pembangunan sekretariat IKM melalui skema hibah yang dapat diusulkan pada APBD 2027, dengan syarat seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
“Kita bantu. Dana hibah nanti kita kawal untuk APBD 2027. Tetapi syarat administrasinya harus dipenuhi terlebih dahulu, termasuk terdaftar di Kesbangpol,” kata Mirza.
Selain membahas sekretariat, Gubernur Lampung juga mengajak IKM berperan aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, pertanian, hingga stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Menurut Mirza, masyarakat Minang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi Lampung dan memberikan kontribusi besar terhadap aktivitas perdagangan serta dunia usaha di daerah tersebut.
“Teman-teman Minang sudah lama menjadi bagian dari Lampung dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu kami ingin terus berkolaborasi,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Lampung Muhammad Firsada menegaskan pihaknya siap membantu proses administrasi yang diperlukan agar IKM dapat memperoleh dukungan hibah. Ia juga menilai nilai-nilai budaya Lampung memiliki kesamaan dengan semangat kebersamaan yang diusung IKM.
Usai pertemuan, Andre menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia optimistis berbagai aspirasi yang disampaikan IKM dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah seluruh aspirasi kami diterima dengan baik dan insya Allah akan ditindaklanjuti. Kami tidak hanya mendapatkan dukungan untuk program-program IKM, tetapi juga mendapatkan komitmen kuat untuk membangun sinergi yang lebih besar antara perantau Minang dan Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Andre.
Andre berharap kolaborasi tersebut dapat semakin memperkuat kontribusi perantau Minang dalam pembangunan Lampung sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Minang dan warga Lampung.
Dalam audiensi itu turut hadir tokoh perantau Minang Lampung, Jamal Firdaus, yang selama ini aktif mengonsolidasikan warga Minang di provinsi tersebut. Ia juga mendapat dukungan untuk memimpin DPW IKM Lampung ke depan.
Jamal menyatakan kesiapan IKM Lampung untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Saat ini, IKM Lampung tengah melakukan penguatan organisasi, termasuk menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota dalam tiga bulan ke depan.
“Penguatan administrasi juga menjadi fokus utama,” katanya.





