Jakarta: Bahasa Indonesia terus berkembang melalui proses penyerapan dari berbagai bahasa daerah yang ada di Nusantara. Salah satu bahasa yang memberikan pengaruh cukup besar adalah bahasa Jawa.
Tak sedikit kosakata yang awalnya berasal dari bahasa Jawa kini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia dan tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menariknya, banyak orang menggunakan kata-kata tersebut setiap hari tanpa menyadari asal-usulnya.
Baca Juga :
Apa Itu Geledah? Istilah yang Sering Muncul dalam Kasus Hukum-Jadi Lebih PahamLalu, apa saja kata serapan dari bahasa Jawa yang sudah resmi masuk ke dalam KBBI? 5 Kata di KBBI Serapan dari Bahasa Jawa 1. Rampung Kata pertama adalah rampung.
Dalam bahasa Indonesia, rampung berarti selesai, beres, atau sudah diselesaikan. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan pekerjaan, tugas, maupun aktivitas yang telah tuntas dikerjakan.
Contohnya, "Laporan itu sudah rampung sejak kemarin."
Meski terdengar sangat umum, kata rampung sebenarnya berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna serupa. 2. Gampang Siapa yang tidak pernah menggunakan kata gampang?
Kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang mudah dilakukan atau tidak sulit. Dalam percakapan sehari-hari, kata gampang bahkan sering digunakan dibandingkan kata "mudah".
Contohnya, "Soal ujian kali ini cukup gampang untuk dikerjakan."
Kata yang terasa sangat akrab ini juga merupakan salah satu kosakata serapan dari bahasa Jawa yang telah diakui dalam KBBI.
Baca Juga :
Kesusu Masuk KBBI, Apa Itu? -Jadi Lebih PahamDalam bahasa Jawa, melek berarti bangun atau membuka mata setelah tidur. Seiring perkembangan bahasa, kata ini juga digunakan dalam bahasa Indonesia.
Saat ini, penggunaan kata melek tidak hanya merujuk pada kondisi seseorang yang tidak tidur, tetapi juga berkembang menjadi istilah yang menggambarkan kesadaran atau pemahaman terhadap suatu hal, seperti dalam ungkapan "melek teknologi" atau "melek digital". 4. Adem Kata adem juga termasuk kosakata serapan dari bahasa Jawa yang telah masuk ke dalam KBBI.
Secara umum, adem berarti sejuk atau dingin. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata ini juga sering dipakai untuk menggambarkan suasana yang nyaman, tenang, dan menenangkan.
Misalnya, "Udara di daerah pegunungan terasa adem."
Tak jarang kata adem juga digunakan secara kiasan, seperti dalam kalimat "Melihat pemandangan itu membuat hati terasa adem." 5. Doyan Kata terakhir adalah doyan.
Dalam bahasa Indonesia, doyan berarti suka, gemar, atau sangat menyukai sesuatu. Kata ini umum digunakan untuk menggambarkan kegemaran seseorang terhadap makanan, hobi, atau aktivitas tertentu.
Contohnya, "Ia doyan membaca buku sejak kecil."
Karena sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa kata doyan berasal dari bahasa Jawa.
Baca Juga :
Akta atau Akte? Mana yang Benar?-Jadi Lebih PahamNah, Sobat MTVN Lens, bahasa Jawa menjadi salah satu sumber yang memberikan banyak kontribusi terhadap perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Kehadiran kata-kata seperti rampung, gampang, melek, adem, dan doyan membuktikan bahwa bahasa daerah memiliki peran penting dalam memperkaya bahasa nasional.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)




