Jakarta, VIVA – Pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melalui PT Harmoni Semesta Investama, telah mengakuisisi 1,9 miliar saham milik emiten subsektor Jasa Perindustrian dan industri Jasa Komersial, yakni PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).
Langkah berani Raffi-Nagita itu pun otomatis membuat keduanya menjadi pengendali saham mayoritas VISI, yang merupakan perusahaan penyedia bahan baku untuk material iklan, percetakan digital, dan digital printing tersebut.
Dengan posisi Raffi sebagai Komisaris dan Nagita sebagai Direktur Harmoni Semesta Investama, dimana kepemilikan saham masing-masing di dalamnya sebesar 51 dan 49 persen, maka keduanya pun resmi menguasai sebesar 61,85 persen saham VISI.
Melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dijelaskan bahwa pencaplokan Raffi-Nagita atas mayoritas saham VISI itu didapatkan melalui pengalihan saham David Dwiputra sebanyak 1.901.580.000, kepada Harmoni Semesta Investama.
"Perubahan pengendalian pada perseroan disebabkan oleh dialihkannya 1.901.580.000 saham perseroan, atau setara dengan 61,85 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, oleh David Dwiputra kepada PT Harmoni Semesta Investama," sebagaimana dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Kamis, 11 Juni 2026.
"Sehingga PT Harmoni Semesta Investama menjadi pengendali baru perseroan," ujar laporan tersebut.
Pihak manajemen menjelaskan, Harmoni Semesta Investama merupakan perusahaan terbatas, yang didirikan berdasarkan hukum yang berdomisili di Banten. Pengendali baru bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan induk, dan tidak terafiliasi dengan David Dwiputra sebagai pengendali sebelumnya.
"Pengendali Baru Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Penjual selaku pengendali lama," ujarnya.
Sebagai informasi, sebanyak 1.901.580.000 saham yang diborong Harmoni Semesta Investama itu dibanderol dengan harga Rp 94 per saham.
Sehingga secara akumulatif, total nilai uang yang harus dikeluarkan oleh Harmoni Semesta Investama untuk memborong lebih dari 1,9 miliar saham VISI itu mencapai sebesar Rp 178,74 miliar.





