BMKG: Rob Pantura Jawa Tengah Mulai Menurun

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi air laut pasang (rob) di kawasan perairan utara (pantura) Jawa Tengah (Jateng) mulai menurun, pada Kamis, 11 Juni 2026. Namun, gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jateng masih cukup berisiko untuk aktivitas pelayaran. 

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karibia mengatakan, air laut pasang di perairan utara menurun dibanding sebelumnya. Namun banjir di kawasan pesisir Pantura Jawa Tengah masih terjadi.

"Ketinggian rob 0,8 meter, pada pukul 13.00-18.00 WIB," ungkap Retna, Kamis, 11 Juni 2026. 

Baca Juga :

BMKG Minta Pesisir Indonesia Waspada Banjir Rob pada Juni 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
Dia menerangkan ketinggian gelombang di perairan utara berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, cukup aman untuk aktivitas pelayaran. Namun di perairan selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran. 

"Terapi waspada terhadap ketinggian gelombang di perairan selata, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, " ujar dia.  Prakiraan Cuaca Jateng Hari Ini Cerah Sementara itu, cuaca di Jawa Tengah hari ini, Kamis, 11 Juni 2026, diprakirakan cerah sepanjang  hari. Sejak pagi hingga awal malam, cuaca di 35 daerah di Jateng, baik di pegunungan, dataran tinggi, maupun dataran rendah cerah dan berawan. 

Cuaca cerah di kawasan Gunung Slamet Kamis (11/6) pagi diperkirakan tidak akan berubah hingga malam nanti. (MI) 

Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 18-34 derajat celcius dan kelembaban udara 50-95 persen. 

"Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau, hujan sudah jauh berkurang bahkan sepanjang hari cuaca cerah dan berawan, " kata Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang Arif Nasution.

Memasuki kemarau ini, menurut Arif, terjadi perbedaan suhu yang cukup mencolok pada siang dan malam. Dia menerangkan, suhu akan terasa panas dan gerah pada siang hari, kemudian berubah dingin ekstrem pada malam hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zulhas Bongkar Penyimpangan MBG, Belanja Bahan Baku Tak Serap Pertumbuhan Ekonomi Desa
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenhut prioritaskan Rp550 miliar buat sarpras & infrastruktur gambut
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Dapat Menciptakan Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
• 20 jam laludisway.id
thumb
Prediksi Skor Indonesia vs Australia U-19: Head to Head, Susunan Pemain
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.