Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan bantuan armada helikopter patroli dan helikopter penyiram air atau water bombing ke Provinsi Sumatra Selatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan rilis BNPB, pada Rabu, 10 Juni 2026, sebanyak 24 titik api tersebar di Sumsel.
"Berdasarkan data terkini per Selasa, 9 Juni 2026, tercatat akumulasi 24 titik api di sejumlah wilayah Sumatra Selatan. BNPB terus memberikan dukungan operasi udara berupa helikopter patroli dan helikopter water bombing guna mempercepat upaya pengendalian kebakaran," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melansir Antara, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga :
Antisipasi Karhutla, Jambi Siagakan 82 Pos Penanganan di Daerah RawanUntuk wilayah Nagan Raya, tim BPBD setempat bersama TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan difokuskan pada penanganan darat dengan mengoptimalkan dua unit mesin pompa air. Saat ini, separuh dari total area terbakar kini telah berhasil dijinakkan.
Pemadaman karhutla. (Dok: BNPB)
Sementara itu pemutakhiran data karhutla di Provinsi Riau menunjukkan kondisi yang relatif lebih terkendali. Kebakaran lahan seluas dua hektare di wilayah tersebut dipastikan telah padam sepenuhnya oleh tim gabungan.
BNPB, menurut Abdul akan memastikan koordinasi diintensifkan dengan BPBD di seluruh klaster rawan Sumatra guna memastikan kesiapan mesin pompa darat dan patroli udara dapat bergerak simultan sebelum memasuki puncak kemarau sebagaimana yang dilaporkan dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).




