Ditopang Brio, Penjualan Honda Tembus 20.162 Unit hingga Mei 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) membukukan penjualan ritel sebanyak 20.162 unit sepanjang Januari-Mei 2026. Capaian tersebut diraih di tengah kondisi pasar otomotif yang masih menghadapi berbagai tantangan akibat tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Honda atau distribusi kendaraan dari dealer kepada konsumen mencapai 20.162 unit selama 5 bulan pertama tahun ini. Dengan capaian tersebut, Honda menguasai pangsa pasar sekitar 5,6%.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, perusahaan terus mencermati perkembangan pasar yang masih bergerak dinamis. Menurutnya, keputusan pembelian kendaraan saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat.

"Kebutuhan mobilitas masyarakat tetap ada, namun keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi. Karena itu kami terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara adaptif," jelas Billy kepada Bisnis, Kamis (11/6/2026).

Dari sisi produk, Honda Brio masih menjadi kontributor utama terhadap penjualan perusahaan. Model city car tersebut menyumbang lebih dari 50% terhadap total penjualan ritel Honda sepanjang Januari-Mei 2026.

Berikutnya, Honda HR-V berkontribusi sekitar 22% terhadap total penjualan Honda. Sementara itu, Honda WR-V menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan penjualan selama periode yang sama.

Baca Juga

  • Update Harga Motor Listrik Honda, Alva, United, dan Polytron Juni 2026
  • Pasar Mobil Penumpang Tertekan, Honda Bidik 100 SPK di IIMS Surabaya 2026
  • Penjualan Mobil Hybrid Honda Naik Dua Kali Lipat di Jatimbalinus

Di tengah upaya menjaga pertumbuhan penjualan, industri otomotif nasional masih dibayangi sejumlah tantangan. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,5%, hingga meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi faktor yang terus dicermati pelaku industri.

Tekanan tersebut semakin terasa setelah PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pada saat yang sama, harga Pertamax Green 95 (RON 95) juga meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Honda menegaskan akan tetap mengedepankan strategi yang fleksibel guna menjaga daya saing dan mempertahankan kinerja penjualan di pasar domestik.

"Kami melihat faktor-faktor tersebut sebagai bagian dari dinamika industri saat ini. Honda akan terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan bagi konsumen, memperkuat elektrifikasi secara bertahap, serta didukung jaringan dealer dan layanan purna jual yang kuat," pungkasnya.

Secara industri, pasar otomotif nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Data Gaikindo menunjukkan penjualan wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer mencapai 359.015 unit pada Januari-Mei 2026, naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan ritel nasional mencapai 359.490 unit atau meningkat 8,8% secara tahunan. Di tengah berbagai tantangan yang membayangi pasar, Gaikindo masih mempertahankan proyeksi penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit hingga akhir 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Memburu Gelar, Kroasia Ingin Ulang Kejutan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Semakin Nyata, Fakta Mengejutkan Duel Anthony Joshua vs Tyson Fury
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Polri Tetapkan Founder PT DSI Jadi Tersangka Penipuan, Begini Perannya!
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Fenomena "Home Bias" dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov Banten Buka Ruang Kolaborasi Sukseskan Program Sekolah Gratis
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.