HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA– PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 menggelar Panen Raya Demplot Aplikasi Pemupukan Berimbang Tanaman Padi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan pemupukan berimbang menggunakan produk-produk Pupuk Indonesia mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani mengatakan bahwa penanaman padi di atas lahan percontohan ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan untuk memberikan pembuktian langsung kepada petani mengenai pentingnya penerapan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
“Peningkatan produktivitas yang dicapai pada demplot ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk secara tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara dapat memberikan hasil yang optimal. Kami ingin menghadirkan bukti nyata di lapangan bahwa inovasi dan teknologi pemupukan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” demikian ungkap Wisnu.
Demplot yang dilaksanakan sejak Februari 2026 tersebut berada di lahan milik petani binaan, Ibu Ati Napang, dengan luas lahan 1,5 hektare. Dalam pelaksanaannya, demplot menerapkan kombinasi pemupukan menggunakan Petroganik sebanyak 1.000 kilogram, Nitrea 100 kilogram, NPK Pelangi 16-16-16 sebanyak 300 kilogram, ZA Plus 300 kilogram, dan Phosgreen 200 kilogram.
Hasil panen menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari lahan seluas 1,5 hektare, diperoleh hasil panen gabah sebesar 7,9 ton. Produktivitas lahan diperkirakan mencapai 11,43 ton atau meningkat sekitar 4,43 ton dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya. Dengan demikian, terjadi peningkatan produktivitas sekitar 63,3 persen.
Menurut Wisnu, peningkatan produktivitas padi ini menjadi perhatian para petani setempat mengingat rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Toraja Utara selama ini berada pada kisaran 3–4 ton per hektar. Melalui penerapan pemupukan berimbang pada demplot ini, produktivitas mampu mencapai sekitar 7,9 ton per hektar atau hampir dua kali lipat dari rata-rata hasil panen petani pada umumnya.
Lebih lanjut Wisnu mengatakan bahwa keberhasilan demplot ini tidak hanya menjadi capaian bagi petani pelaksana, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi petani lain di Toraja Utara dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki.
“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi petani melalui edukasi, demonstrasi lapangan, serta penyediaan pupuk berkualitas guna mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Harapannya, keberhasilan demplot ini dapat direplikasi di wilayah lain sehingga semakin banyak petani yang memperoleh manfaat dari penerapan pemupukan berimbang,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ati Napang selaku Petani Kabupaten Toraja Utara mengaku merasakan langsung perbedaan hasil budidaya pada musim tanam kali ini. Menurutnya, penerapan rekomendasi kombinasi produk Pupuk Indonesia pada demplot ini memberikan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan pola pemupukan yang biasa dilakukan petani setempat.
“Pertumbuhannya lebih seragam, dan hasil panennya jauh lebih banyak dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kami melihat sendiri bagaimana penggunaan pupuk ini dapat memberikan hasil yang berbeda. Harapannya pengalaman ini bisa menjadi contoh bagi petani lain di Toraja Utara,” ungkap Ati Napang.
Sementara itu, Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, mengapresiasi inisiatif Pupuk Indonesia dalam menghadirkan demplot sebagai sarana edukasi sekaligus pembuktian teknologi budidaya kepada petani di daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan contoh nyata kepada petani mengenai praktik budidaya yang baik dan benar. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dilakukan apabila petani mendapatkan pendampingan serta menerapkan pemupukan yang sesuai kebutuhan tanaman. Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tentu mendukung upaya-upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Andrew berharap keberhasilan demplot tersebut dapat direplikasi di wilayah lain sehingga semakin banyak petani yang memperoleh manfaat dari penerapan rekomendasi pemupukan berimbang dan teknologi pertanian yang tepat guna.
Melalui kegiatan panen raya ini, Pupuk Indonesia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dapat terus diperkuat untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas padi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional. (*)





