AS Kembali Kerjai Iran di Piala Dunia 2026, Jatah Tiket Suporternya Dicabut!

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) lagi-lagi mengerjai Iran jelang Piala Dunia 2026. Setelah dibatasi soal mobilitas tim, kini masalah baru muncul dari sektor suporter. Jatah tiket suporter Iran dicabut.

Ribuan pendukung Team Melli terancam kehilangan akses menyaksikan tim kesayangannya secara langsung. Padahal, banyak di antara mereka sudah mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan ke Amerika Serikat.

Piala Dunia 2026 kembali diwarnai polemik yang melibatkan Iran. Setelah sebelumnya menghadapi pembatasan terkait keberadaan tim selama turnamen berlangsung, kini Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengungkap persoalan baru yang berdampak langsung kepada para pendukung mereka.

Menurut keterangan FFIRI, alokasi tiket yang semula disediakan untuk suporter Iran pada fase grup mendadak dicabut hanya beberapa hari sebelum kompetisi dimulai. Keputusan tersebut disebut mengejutkan karena sebelumnya sudah ada skema distribusi tiket yang berlaku bagi seluruh negara peserta.

Dalam aturan awal, setiap federasi peserta memperoleh jatah tiket sebesar delapan persen dari kapasitas stadion untuk pertandingan fase grup. Kuota tersebut diberikan agar para pendukung masing-masing tim dapat hadir langsung di stadion dan memberikan dukungan kepada negaranya.

Namun, FFIRI mengklaim hak tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa penjelasan yang jelas. Situasi menjadi semakin rumit karena sebagian besar tiket yang berada dalam alokasi federasi disebut telah terjual kepada para suporter Iran.

Akibatnya, banyak pendukung kini berada dalam posisi yang tidak pasti. Sejumlah suporter dilaporkan sudah memesan tiket pesawat, mengatur akomodasi, hingga menyiapkan perjalanan ke Amerika Serikat jauh-jauh hari demi menyaksikan perjuangan Team Melli di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencabutan kuota tiket tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan pendukung Iran. Mereka khawatir tidak dapat memasuki stadion meskipun telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perjalanan dan persiapan lainnya.

FFIRI menyatakan telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi atas keputusan tersebut. Hingga kini, belum ada informasi mengenai kemungkinan pemulihan kuota tiket maupun solusi bagi para suporter yang terdampak.

Kasus ini semakin memperpanjang daftar persoalan yang membayangi persiapan Piala Dunia 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu terus menjadi sorotan karena berbagai isu, mulai dari kebijakan perjalanan, persoalan logistik, hingga akses pendukung dari sejumlah negara peserta.

Sebelumnya, Iran juga menjadi perhatian setelah muncul kebijakan yang mewajibkan tim nasional mereka hanya berada di wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan. Setelah laga selesai, Team Melli harus kembali ke markas yang telah ditentukan di Meksiko.

Bagi Iran, kehadiran suporter di stadion bukan sekadar pelengkap pertandingan. Tim nasional mereka dikenal memiliki basis pendukung yang besar, fanatik, dan selalu memberikan dukungan penuh ketika berlaga di ajang internasional. Atmosfer yang diciptakan para suporter kerap menjadi tambahan energi bagi para pemain di lapangan.

Belum dapat dipastikan apakah polemik terbaru ini akan berdampak signifikan terhadap jumlah pendukung Iran yang hadir sepanjang fase grup. Namun, pencabutan jatah tiket tersebut telah menjadi isu baru yang menyita perhatian menjelang kick-off Piala Dunia 2026. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkop Usul Tambahan Anggaran Rp 1,3 Triliun untuk Percepatan KDMP
• 4 menit lalukompas.id
thumb
Bupati Siak soal Program MBG serap Produk UMKM Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi| JURNAL NUSANTARA
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Ramalan Weton Jumat Kliwon 12 Juni 2026, Keberuntungan atau Kesialan yang Menunggu Anda Esok Hari?
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Dalih Dudung Soal Kenapa Banyak SPPG yang Tutup, Ada Niat Mulia di Balik Penataan MBG
• 21 jam laludisway.id
thumb
Polda Sumsel Musnahkan Narkoba dari 25 Kasus, Nilainya Tembus Rp2,29 Miliar
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.