Wamenlu Havas Ungkap Faktor Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz: Asuransi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah kapal Indonesia masih tertahan di sekitar Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dengan Iran. Wamenlu Arif Havas Oegroseno mengatakan, salah satu faktor kapal-kapal masih tertahan di sana adalah karena asuransi.

"Jadi kalau untuk kapal, itu dalam industri kapal keputusan untuk navigasi dalam konflik itu pertama tentunya ada jaminan dari negara. Negara maksudnya yang berkonflik di situ. Tapi ada satu lagi yang tidak banyak diketahui adalah asuransi. Jadi saat ini kondisinya adalah asuransi itu asuransi kapal, ya. Tidak ada yang mau menanggung kalau dia masuk Selat Hormuz," kata Havas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Havas mengatakan ada banyak kapal yang tidak mau jalan karena tidak ada asuransi yang mau meng-cover perjalanan kapal.

"Lalu yang ketiga adalah kapten. Keputusan kapten seperti apa untuk keselamatan kapal, kan? Lalu yang keempat kargo owner. Jadi faktor itu semua harus align gitu," ujarnya.

Menurut Havas, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya. Namun, asuransi memang jadi salah satu faktor kapal-kapal masih tertahan di sana.

"Tapi persoalannya, kan, juga ada persoalan dengan asuransi. Asuransi posisinya jelas. Pokoknya kalau kapalnya hanya parkir, ya, dia tetap di-cover asuransi. Tapi begitu kapal-kapal itu bergerak masuk ke Selat Hormuz, yang di atas, ya. Kan, ada yang di bawah itu, kan," jelasnya.

"Iya Hormuz, kan, luas. Jadi ada yang kalau dia parkir di pulau atau di pantai itu, ya, di-cover asuransi. Ini berlaku semua, ya. Nggak cuma di Indonesia saja. Jadi begitu kapal itu dia masuk ke dalam selat yang sempit, asuransi langsung tidak mau menanggung," jelasnya lagi.

Havas sempat bertanya ke beberapa rekan di industri kapal dan pengacara maritim. Berdasarkan penjelasan mereka, ada beberapa kasus di mana asuransi mau membayar, tapi pemilik kargo tidak mau ambil risiko.

"Jadi kalau saya tanya beberapa industri kapal, ya, saya ada beberapa kenalan juga dan juga dari teman-teman saya, lawyer maritim di Eropa, mereka mengatakan pertama cover asuransi itu seperti apa? Yang kedua, kargo owner. Kadang-kadang ada kasus di mana asuransi mau bayar tapi kargo owner-nya nggak mau, nggak mau ambil risiko. Karena keselamatan gitu. Tetap kargo-nya dia," tuturnya.

"Ternyata industri kapal itu tidak terlalu sederhana gitu, ya. Jadi banyak sekali elemen-elemen yang harus align, yang harus satu arah gitu lah. Jadi bukan hanya soal jaminan dari negara itu, semuanya satu elemen," lanjutnya.

Havas memastikan lobi-lobi dan komunikasi masih terus dilakukan. Namun karena kondisi geopolitik yang memanas, Kemlu masih terus memantau.

Sementara terkait harga dan pasokan minyak di dalam negeri, Havas mengatakan pemerintah saat ini menerapkan strategi mendapatkan pasokan minyak dari kawasan yang pengirimannya tidak melewati Selat Hormuz.

"Jadi kita banyak kerja sama dengan Aljazair, Nigeria, Angola di Afrika. Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika. Jadi so far oke. So far so good. Dan kita juga baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Kita akan coba investasi di daerah-daerah sekitar Latin Amerika begitu," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Terkejut, Dadan Hindayana Bikin Purnawirawan Bintang Empat Terseret Isu Proyek MBG
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menulis sebagai Proses Menemukan Gaya Penulisan yang Berkarakter
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
PLTGU Jawa Satu Perkuat Keandalan Sistem Listrik Jawa-Bali
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Bongkar Korupsi Muara Enim, Aliran Uang Diduga Mengalir ke Pegawai BPK
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Unilever Indonesia (UNVR) Berpeluang Diuntungkan dari Rencana Besar Induk Usaha
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.