Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meluruskan kabar mengenai rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek. Dia menegaskan tidak semua rute akan mengalami kenaikan tarif seperti yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Jadi, saya ingin menjelaskan, karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper, terutama untuk Transjabodetabek, seakan-akan akan mengalami kenaikan Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 ribu. Tidak semua Transjabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang seperti itu,” kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).
Advertisement
Pramono menjelaskan, penyesuaian tarif hanya akan berlaku pada rute-rute tertentu. Salah satu rute yang disebut bakal mengalami penyesuaian adalah Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Meski demikian, dia belum mengungkapkan secara rinci besaran tarif maupun daftar rute yang akan terdampak kebijakan tersebut. Pramono memastikan penyesuaian tarif akan dirancang agar tidak memberatkan masyarakat, baik warga Jakarta maupun daerah penyangga.
“Sekali lagi, bagi saya, yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati TransJabodetabek,” ungkap Pramono, dikutip dari Antara.
Menurut dia, fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini adalah meningkatkan kenyamanan layanan transportasi publik. Apalagi, konektivitas transportasi di Jakarta disebut telah mencapai 93 persen, sementara jumlah pengguna angkutan umum masih berada di bawah 30 persen.
Pramono berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta dapat mendorong semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.




