HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak 37 mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial dan Program Magister Kebijakan Publik Pascasarjana Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua melakukan kunjungan akademik ke Kantor Harian Fajar Makassar, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pembelajaran lapangan untuk memahami tata kelola media massa, manajemen pemberitaan, serta peran pers dalam menjembatani kepentingan pemerintah dan aspirasi masyarakat.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Uncen, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., M.H., CEGI, mengatakan kehadiran rombongan mahasiswa bertujuan untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar mengenai sistem pengelolaan media yang diterapkan Harian Fajar sebagai salah satu media terbesar di Kawasan Timur Indonesia.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, independensi serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik menjadi aspek penting yang ingin dipelajari oleh para mahasiswa.
“Kehadiran mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial dan Program Magister Kebijakan Publik ke Harian Fajar dimaksudkan untuk sharing pengalaman tentang bagaimana manajemen informasi dan pemberitaan dijalankan sebagai penyambung antara kepentingan pemerintah dan kebutuhan aspirasi masyarakat,” ujar Akbar Silo.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, media dituntut mampu menjadi benteng dalam menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks yang kerap beredar di ruang publik.
“Bagaimana independensi media sebagai pemegang etika jurnalistik dan etika profesi, serta sejauh mana Fajar mampu menjadi jembatan dalam menghilangkan hoaks-hoaks yang beredar di masyarakat, itu yang ingin kami pelajari,” katanya.
Akbar mengungkapkan, kunjungan ke Harian Fajar bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Pascasarjana Uncen. Bahkan, agenda tersebut sudah menjadi kunjungan ketiga karena dinilai memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa.
Sementara itu, mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial Uncen, Leo Y. Yembise, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan benchmarking yang dilakukan Pascasarjana Uncen selama berada di Makassar.
Menurutnya, selain melakukan benchmarking dengan Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), pihaknya juga ingin melihat secara langsung bagaimana media mengelola isu-isu publik yang berkembang di masyarakat.
Ia mengatakan, pihaknya ingin memahami proses seleksi dan penentuan isu yang diangkat media menjadi berita maupun bahan publikasi.
“Kami ingin membaca dan melihat isu-isu apa saja yang dibahas masyarakat, kemudian bagaimana isu tersebut mendapatkan tempat di Harian Fajar dan diangkat menjadi publikasi, baik di media online maupun media cetak,” ujarnya.
Menurut Leo, hasil pengamatan tersebut nantinya akan menjadi bahan perbandingan untuk melihat kesesuaian antara kebutuhan informasi masyarakat dengan prinsip-prinsip pemberitaan yang dijalankan media.
Sementara itu, mahasiswa Magister Kebijakan Publik Uncen, Fredrika Mince Pawere, mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti diskusi dan sesi berbagi pengalaman bersama jajaran Harian Fajar.
Ia menilai banyak pengetahuan baru yang diperoleh, khususnya terkait mekanisme kerja media dalam mengelola informasi dan mengangkat isu-isu yang dianggap penting bagi masyarakat.
“Dari diskusi bersama Harian Fajar, kami mendapatkan banyak masukan dan pengetahuan tambahan mengenai bagaimana media bekerja dari perspektifnya sendiri. Ini sangat membantu kami memahami bagaimana isu-isu strategis dapat diangkat dan disebarluaskan kepada publik,” katanya.





