Pantau - Produk kecantikan asal Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 6,52 juta dolar AS atau sekitar Rp106 miliar dalam ajang the 7th Beauty Istanbul 2026 di Turki, menurut Kementerian Perdagangan.
Potensi Ekspor Didorong Pertumbuhan Pasar TurkiAtase Perdagangan RI untuk Ankara Banny Ratno Ramadhani mengatakan pertumbuhan sektor kecantikan di Turki membuka peluang bagi produk Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
Ia mengungkapkan, “Kami harap, semakin banyak eksportir Indonesia yang termotivasi dan melihat Turki sebagai negara tujuan ekspor potensial.”
Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut memfasilitasi enam perusahaan nasional yang menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari lipstik, serum, pelembab, sabun batang, vitamin rambut, kondisioner, parfum, hingga pewarna rambut dan kolonye.
Banny menambahkan, “Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini menjadi salah satu bentuk fasilitasi yang bisa diberikan oleh Pemerintah Indonesia agar produk-produk ekspor Indonesia semakin dikenal di mancanegara.”
Neraca Dagang Indonesia-Turki Masih SurplusKemendag mencatat total perdagangan Indonesia dan Turki pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 873,8 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 700,9 juta dolar AS dan impor dari Turki sebesar 173 juta dolar AS sehingga menghasilkan surplus 527,9 juta dolar AS.
Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai 2,30 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 1,72 miliar dolar AS dan impor sebesar 575,3 juta dolar AS, sehingga Indonesia membukukan surplus 1,15 miliar dolar AS.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke Turki meliputi besi dan baja, serat stafel buatan, lemak dan minyak hewani serta nabati, mesin dan peralatan listrik, serta aluminium, sedangkan impor dari Turki antara lain berupa bijih dan abu logam, mesin dan peralatan listrik, serta perangkat optik.




