Tanpa Jarak, Anggota DPRD PAN Belajar Pengelolaan Sampah dari Pasukan Oranye

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com – Ada pemandangan berbeda dalam rangkaian Workshop Nasional Fraksi DPRD Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta. Para anggota DPRD PAN dari berbagai daerah turun langsung ke lapangan untuk mempelajari pengelolaan sampah bersama petugas kebersihan atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendekatkan pembuat kebijakan dengan pelaksana layanan publik di lapangan. Para legislator tidak hanya mengamati proses kerja petugas kebersihan, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga penanganan sampah di tingkat kota.

Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD PAN berdialog langsung dengan para petugas kebersihan untuk memahami kondisi kerja, kendala yang dihadapi, serta masukan terkait sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari para petugas yang selama ini berada di garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya kaget, biasanya kami jarang diajak berdiskusi atau dimintai pendapat. Kali ini anggota dewan datang langsung, belajar cara memilah sampah dan bertanya tentang kesulitan yang kami hadapi di lapangan. Rasanya pekerjaan kami dihargai,” ujar Slamet (45), salah seorang anggota Pasukan Oranye yang ditemui di lokasi, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Momen Haru, Anggota DPRD PAN Beri Setangkai Bunga untuk Pasukan Oranye

Bekal untuk Perumusan Kebijakan Daerah

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa persoalan sampah perkotaan merupakan masalah struktural yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teoritis atau kegiatan seremonial semata. 

Oleh karena itu, pengalaman langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi anggota DPRD PAN dalam merumuskan kebijakan di daerah masing-masing.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Formulasi kebijakan publik tidak boleh lahir dari ruang hampa atau sekadar perdebatan teoretis di ruang sidang. Anggota DPRD PAN kami utus menjadi 'murid' di lapangan agar mereka memiliki empati struktural. Suara, keringat, dan realita yang dihadapi Pasukan Oranye adalah data sosiologis paling jujur yang harus diwujudkan menjadi regulasi daerah (Perda) yang konkret dan memanusiakan manusia," tegas Zulhas.

Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh selama kegiatan tersebut diharapkan menjadi bahan bagi anggota DPRD PAN dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, termasuk mendorong lahirnya peraturan daerah (perda) pengelolaan sampah yang lebih aplikatif dan berpihak pada para pekerja kebersihan.

Baca juga: Rasa Syukur Mantan Pekerja Kebersihan TMII, Kembali Dipanggil untuk Perbantuan Lebaran

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Pemkab Muara Enim Pakai Duit Suap untuk Suap ASN BPK
• 16 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Larang Open Dumping di TPA Mulai Agustus, Begini Persiapan Bali
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Overinterpretasi: Ketika Gejala Kecil Terasa Besar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Nonton Gratis Piala Dunia 2026, Cukup Scan Ulang Siaran TV Digital
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Nyaris Rp 18.000 per US$, Telkomsel Andalkan Efisiensi dan AI Jaga Profit
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.