MPMX Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas Lewat MPM BISA

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Akses terhadap pelatihan keterampilan dan peluang ekonomi yang setara masih menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Tidak hanya dalam memasuki dunia kerja formal, sebagian penyandang disabilitas juga menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, pelatihan pengembanga kapasitas, serta dukungan untuk membangun kemandirian ekonomi.

BACA JUGA: Kuartal I 2026, MPMX Raih Laba Bersih Rp173 Miliar

Melihat tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menghadirkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) sebagai pengembangan program CSR unggulan Perseroan, yaitu Life Skill Training Center (LSTC).

LSTC merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang telah berjalan sejak 2015 melalui pemberian skill yang berkaitan dengan keahlian bisnis perusahaan.

BACA JUGA: Rilis Kinerja 2025, MPMX Raih Laba Bersih Rp462 Miliar

Pada awal pelaksanaannya, LSTC diinisiasi sebagai respons atas kebutuhan akan mekanik, kemudian terus berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent.

Seiring waktu, program terus berlanjut dan berkembang dengan bentuk penguatan literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas, termasuk komunitas pengemudi ojek online, taksi online, dan mahasiswa.

BACA JUGA: Gelar RUPST 2026, MPMX Tingkatkan Pembagian Dividen Tunai

Di tahun ini, MPMX memperluas arah program LSTC dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas.

Menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana, program MPM BISA menyasar 30 wirausaha penyandang disabilitas, dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta tersebut dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk melihat kebutuhan, potensi, serta motivasi mereka dalam mengembangkan usaha.

“Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas temanteman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap pelaku usaha memiliki potensi yang besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut. Bagi MPMX keberlanjutan yang sesungguhnya dibangun melalui kesempatan yang setara, pemberdayaan, dan penciptaan dampak yang dapat dirasakan secara nyata. Harapannya, program ini dapat menjadi bagian kecil dari upaya bersama untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif,” kata GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita.

Melalui MPM BISA, Perseroan ingin mendukung wirausaha penyandang disabilitas agar memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kapasitas yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha mereka.

Rangkaian program MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, mulai dari rekrutmen peserta yang dilakukan selama bulan Mei dan rangkaian program akan berakhir di bulan Juli 2026.

Program mencakup tahapan persiapan dan rekrutmen, pelatihan, enrichment, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan. Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, diadakan pelatihan secara offline pada 9–10 Juni 2026, di mana seluruh peserta hadir untuk mengikuti kelas edukasi dan mendapatkan pembekalan dengan materi utama meliputi Literasi Keuangan, Manajemen Risiko Finansial, Digital Security, Etika Digital, dan Etika Bisnis.

Materi ini disusun untuk membantu peserta memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih bijak, mengenali risiko finansial, serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan usaha di tengah perkembangan ekosistem digital.

Keterlibatan karyawan MPMX juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Sejumlah karyawan turut berperan sebagai volunteer fasilitator yang mendampingi peserta selama sesi pelatihan berlangsung dan sebagian terlibat sebagai trainer untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan peserta.

Untuk memperkuat dampak program, MPMX memberikan dukungan dana hibah bagi tiga peserta terpilih sebagai modal pengembangan usaha.

Penerima hibah akan ditentukan berdasarkan proses penilaian selama program, termasuk komitmen, konsistensi, serta kemampuan peserta dalam mengaplikasikan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan usaha. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PPPK Harap Tenang, Gaji Aman Hingga Akhir 2026


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Strategi Auto2000 saat Penjualan Mobil Terdampak Kenaikan BBM
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Versi Azis Gerindra, 2027 Jadi Momentum Indonesia Berubah ke Negara Produktif
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
KDKMP Berpotensi Hemat Belanja Rumah Tangga hingga Rp33 Triliun per Tahun
• 6 jam laludisway.id
thumb
Elite Iran Hilang Kontak Hingga Ekonomi Kolaps? Saat Teheran Mendadak Hentikan Konflik
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Jawab Kerinduan Indomielovers, Indomie Cabe Ijo Kembali, Lebih Pedas dan Gurih
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.