Tegas! Harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi Dipastikan Tak Naik

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua pada salah satu SPBU di Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite, meskipun harga BBM non subsidi seperti Pertamax mengalami penyesuaian.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM non subsidi berbeda dengan BBM subsidi. Pasalnya, produk non subsidi mengikuti pergerakan harga pasar, sehingga ketika harga minyak dunia meningkat, penyesuaian harga menjadi sulit dihindari.

"Nah kalau bicara BBM non subsidi, seperti Pertamax, harganya ini kan memang mekanismenya dilepaskan ke harga pasar. Jadi ketika harga minyak ini naik, mau tidak mau ada penyesuaian," ujar Anggia ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).


Baca: Harga BBM Pertamax Cs Naik, ESDM Beberkan Alasannya

Lebih lanjut, ia menyebut komponen pembentuk harga BBM tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah atau produk BBM itu sendiri. Namun terdapat sejumlah faktor lain yang turut menentukan, seperti biaya distribusi, biaya penyimpanan, pajak, dan berbagai komponen biaya lainnya.

"Tapi yang paling penting adalah teman-teman, arahan dari Presiden Prabowo jelas kepada Pak Bahlil, bahwa kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin, yang paling terdampak, yang banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini yang harus dijaga," kata dia.

Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi dan tidak mengambil hak kelompok yang berhak menerima subsidi. Hal tersebut merespons kekhawatiran adanya perpindahan konsumen ke BBM bersubsidi seperti Pertalite.

"Himbauan bijak menggunakan energi dan kesadaran untuk tidak mengambil hak penerima subsidi ini terus digaungkan," ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (11/6/2026).

Roberth mengatakan penyesuaian harga BBM non subsidi jenis Pertamax dilakukan dengan tetap memperhatikan daya beli dan roda perekonomian nasional. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian dan tetap dijual sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, faktor harga pasar dan harga keekonomian menjadi salah satu alasan dilakukannya penyesuaian harga. Setelah dilakukan koordinasi dengan regulator, penyesuaian harga Pertamax akhirnya dilakukan.

"Lebih kepada proses bisnis hulu ke hilir penyediaan energi yang sesuai kordinasi dengan regulator perlu dinamis dan beradaptasi atas kondisi terkini menanggapi fenomena saat ini," tambahnya.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pertamina Ungkap Alasan Kenaikan Harga Pertamax

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indeks Wall Street Merosot Imbas Ancaman Trump ke Iran Bikin Investor Khawatir
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bahlil Lahadalia Menegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik, Pemerintah Fokus Benahi Tata Kelola SDA
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Menkes Sebut Sensus Ekonomi 2026 Dukung Kebijakan Kesehatan untuk Kejar Pertumbuhan 8 Persen
• 53 menit lalupantau.com
thumb
Sampaikah Kita pada Desentralisasi yang Hakiki?
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Dibongkar Refly Harun! Ini yang Bikin Publk Kecewa dengan Kabinet Prabowo
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.