Indeks Wall Street Merosot Imbas Ancaman Trump ke Iran Bikin Investor Khawatir

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan Rabu (10/6) waktu setempat. Pelemahan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung terlalu lama dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 953,33 poin atau 1,87% ke level 49.918,78. Indeks S&P 500 terkoreksi 1,62% dan ditutup di posisi 7.266,99, sementara Nasdaq Composite merosot 1,98% ke level 25.169,50.

“Konflik dengan Iran benar-benar memiliki dampak besar,” kata Manajer Portofolio Argent Capital Management Jed Ellerbroek dikutip dari CNBC, Kamis (11/6). 

Adapun sentimen negatif muncul setelah Trump menyatakan AS akan meningkatkan serangan terhadap Iran. Dalam unggahannya pada Rabu pagi, Trump menilai Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan dan kini harus menanggung konsekuensinya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS pada Senin (8/6). Sebelumnya, Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter yang sedang berpatroli di Selat Hormuz.

Hal tersebut mendorong kenaikan harga minyak. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,07% menjadi US$ 90,03 per barel, sedangkan minyak Brent menguat 1,8% ke US$ 93,10 per barel.

Di sisi lain, saham-saham semikonduktor kembali tertekan. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom melemah untuk hari keempat dalam lima sesi perdagangan terakhir.

Tekanan terhadap saham chip muncul menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12/6). Sebagian pelaku pasar menilai investor mulai mengalihkan dana dari saham-saham teknologi yang telah mencatat kenaikan signifikan untuk berpartisipasi dalam IPO tersebut. 

Namun, sebagian analis menilai pelemahan ini lebih disebabkan aksi ambil untung setelah reli yang berlangsung cepat. Meski demikian, ETF semikonduktor SOXX masih menguat sekitar 80% sejak awal tahun.

Dari sisi ekonomi, inflasi inti AS pada Mei naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,9%, sesuai ekspektasi tetapi masih berada di atas target inflasi Federal Reserve sebesar 2%.

Sementara itu, inflasi tahunan utama AS yang mencakup seluruh komponen harga naik menembus 4% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kayu Hanyutan Akibat Bencana di Aceh Ditegaskan Bisa Dimanfaatkan untuk Rehabilitasi
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Ayah di Bulukumba Ditangkap, Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak 2018
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ASN BPK Sebut Penerima Suap Kasus Bupati Muara Enim: Pimpinan Saya Berjenjang
• 28 menit lalubisnis.com
thumb
Setelah Polisi Bisa Masuk Instansi Sipil, Kini Kapolri Buka Peluang Profesional Sipil Isi Jabatan di Polri
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Pinjaman Daring Kucurkan Lebih dari Rp1.388 Triliun ke Sektor Riil
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.