Kronologi Pria Asal Sumba Disekap dan Dianiaya dalam Hotel di Bali, Berawal dari Cari Kerja Lewat Aplikasi Kencan

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi pria asal Sumba disekap dan dianiaya dalam hotel di Bali. Kasus ini berawal dari korban yang cari kerja lewat aplikasi kencan.

Seorang pria asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YKB (24) diduga menjadi korban penipuan kerja di Denpasar, Bali. Selain itu, dia juga mengalami penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan hingga membuatnya alami luka-luka.

Berdasarkan keterangan dari YKB, insiden berawal dari keinginannya mencari pekerjaan di Denpasar, Bali, dan akhirnya berangkat, pada 1 Mei 2026. Di kota tersebut, korban memutuskan untuk tinggal sementara di kamar kos milik sepupunya.

Di tanggal 4 Mei 2026, dia melihat ada lowongan pekerjaan di aplikasi kencan yaitu Tinder. Setelahnya, YKB mengajukan lamaran di hari yang sama hingga kemudian diminta datang ke salah satu hotel di kawasan Seminyak untuk mengikuti proses wawancara.

Dengan diantar oleh sepupunya, YKB lalu diterima oleh dua orang wanita berinisial ATP dan AAAP sesampainya di lokasi. Saat itu, terdapat juga pelamar lain selain dia, yaitu ada seorang pria yang berinisial Y.

"Saya dinyatakan diterima, sedangkan Y tidak diterima. Belakangan saya mengetahui bahwa Y merupakan bagian dari kelompok tersebut. Mereka hanya berpura-pura untuk mengelabui saya," ujar YKB, dilansir dari Kompas.com.

Pada proses wawancara, YKB sempat ditawari dua pilihan pekerjaan, yaitu menjadi asisten pribadi atau pengelola vila. Korban kemudian memilih untuk menjadi asisten pribadi dan diminta untuk mengikuti para terduga pelaku.

Adapun, korban yang saat itu berada di hotel dijanjikan berbagai proyek bisnis di bidang pariwisata, termasuk kerja sama bernilai ratusan juta rupiah dengan warga negara asing. YKB mengaku percaya karena ATP dinilai mampu meyakinkannya, baik dari segi kepiawaian dalam berbahasa Inggris hingga pendekatan keagamaan.

Situasi lalu berubah setelah telepon genggam dari YKB diambil dan dia dituduh melakukan pelecehan seksual serta dituding mencuri uang Rp 2 juta milik ATP. Saat itu, YKB berusaha untuk membantah, namun tetap dimarahi.

Selain itu, korban juga mengaku dipaksa menangis untuk diperdengarkan kepada orang tuanya. Menurut YKB, tindakan itu dilakukan agar keluarganya mengirimkan uang dengan nominal mulai dari Rp 4 juta hingga ratusan juta rupiah.

"Saya bersumpah itu tidak benar. Kabar itu juga mereka sampaikan kepada mama saya. Mereka menyita telepon genggam saya dan membalas pesan ibu saya seolah-olah saya baik-baik saja," katanya.

 

Berikutnya, pada 8 Mei 2026, korban dipindahkan ke sebuah hotel di kawasan Kedonganan menggunakan mobil yang dilengkapi dua bodyguard. Selama perjalanan yang berlangsung sekitar satu jam, YKN mengaku alami pemukulan oleh kedua bodyguard itu.

Sesampainya di hotel, YKB kemudian mengalami kekerasan dari para terduga pelaku yaitu ada dua bodyguard, Y, ATP, dan AAAP. Dia diketahui dipukul pada bagian wajah, kepala, pelipis, perut, kaki, area sensitif, dan dahi kiri hingga mengalami luka robek yang kemudian mendapat tiga jahitan.

Selain melakukan kekerasan, para terduga pelaku juga menghubungi ibu YKB untuk meminta uang tebusan sebesar Rp 100 juta dan mengancam akan melukai hingga menghabisi nyawanya. Selain keluarga, teman-teman dari YKB juga dimintai uang dan kemudian hanya ada satu orang yang mengirimkan uang sebesar Rp 1 juta.

Dalam kronologi pria asal Sumba disekap ini, puncak insiden terjadi pada 9 Mei 2026 saat korban kembali mengalami penganiayaan dan dipaksa untuk meminum minuman keras oleh dua bodyguard. YKB menjelaskan, dalam ruangan tersebut semua orang mabuk kecuali dirinya.

"Malam itu semua minum hingga mabuk, termasuk Y dan dua perempuan tersebut. Saya juga dipaksa minum hingga belasan botol. Anehnya, saya tidak mabuk, padahal saya tidak biasa minum minuman keras maupun merokok. Mereka yang akhirnya tumbang," terang korban.

Saat melihat kondisi para terduga pelaku tertidur karena mabuk, YKB memutuskan untuk melarikan diri. Dia berhasil keluar dengan meninggalkan beberapa barang berharganya seperti iPhone 15, telepon genggam Android, laptop, paspor, dan koper.

"Saya melarikan diri hanya mengenakan celana panjang tanpa baju. Darah masih mengalir dari wajah saya. Saya melewati meja front office. Saat itu ada seorang petugas yang melihat saya, tetapi tidak bereaksi," jelasnya.

Melansir dari TribunFlores.com, setelah kabur dari hotel, korban kemudian bersembunyi di sebuah warung Madura. YKB lalu meminta tolong ke pemilik warung untuk menghubungi ibunya dan setelah itu, dia disarankan untuk pergi ke sebuah rumah kos yang dihuni seorang warga asal NTT dan tidak jauh dari lokasinya.

Usai tinggal beberapa waktu di kos, YKB lalu dijemput oleh keluarga dan mereka langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Kuta. Polisi diketahui sempat mendatangi hotel yang jadi lokasi penyekapan, namun para terduga pelaku sudah meninggalkan tempat itu hingga akhirnya aparat masih berusaha untuk mencari keberadaan mereka. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Zulhas: Jumlah SPPG Membengkak 6.877 Titik
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menteri KP Soroti Industri Pakan Udang yang Masih Banyak Bergantung Impor
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gwyneth Paltrow Tuai Kecaman Gegara Promosikan Apartemen Israel
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Di Disway Top Regional Leader Awards 2026, Dahlan Iskan Ungkap Beratnya Beban Kepala Daerah
• 4 jam laludisway.id
thumb
Dibongkar Refly Harun! Ini yang Bikin Publk Kecewa dengan Kabinet Prabowo
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.