Kelas Menengah Paling Menderita, Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Beban Makin Berat

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kelas menengah paling merasakan dampak kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.250 per liter.  

Hingga saat ini, keputusan Pemerintah untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen dan harga bahan bakar minyak (BBM) berjenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter turut mendapatkan kecaman dari muka publik. 

Salah satunya dari kalangan Pengamat ekonomi.

BACA JUGA:Cikini Sempat Chaos, Massa Rusuh Malam-Malam Tolak Kenaikan Harga Pertamax

Menurut Ekonom serta Dosen dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, kebijakan ini sendiri justru akan semakin memberatkan posisi kelas menengah ke depannya.

"Bagi kelas menengah, itu adalah cicilan rumah yang makin mahal, cicilan kendaraan yang makin berat, biaya antar jemput anak yang naik, ongkos bekerja yang membengkak, dan tabungan yang makin cepat terkuras," pungkas Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Kamis 11 Juni 2026. 

BACA JUGA:Harga Pertamax Makin Mahal, Pemerintah Awasi Ketat Gelombang Pembelian Pertalite

Dalam hal ini, Achmad juga turut menyoroti dampak dari kebijakan ini terhadap penurunan jumlah kelas menengah.

Bukan tanpa sebab. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024. Artinya, hampir 9,5 juta orang keluar dari kategori kelas menengah dalam lima tahun.

"Ini bukan penurunan kecil. Kenaikan suku bunga dan Pertamax masuk ke ruang hidup yang sudah sempit. Kelas menengah bukan orang kaya yang punya cadangan aset besar. Mereka juga bukan kelompok miskin yang otomatis masuk daftar perlindungan sosial. Mereka berada di tengah, tampak stabil dari luar, tetapi rapuh dari dalam," tutur Achmad.

BACA JUGA:ESDM Beberkan Alasan Kenaikan Pertamax

"Kelas menengah Indonesia kini hidup dalam paradoks. Mereka terlalu kaya untuk menerima bantuan, tetapi terlalu rapuh untuk menanggung semua beban sendiri," tambahnya.

Untuk menghadapi kondisi ini sendiri, Achmad menilai bahwa kelompok rentan dan kelas menengah bawah yang terkena tekanan biaya transportasi, pendidikan, dan cicilan juga perlu skema perlindungan sementara. 

BACA JUGA:Penjual Warung Makan Terlanjur Menjerit Duluan Sebelum Harga Pertamax Naik, Santi Pilih Naikkan Harga

Menurutnya, kenaikan suku bunga dan Pertamax seharusnya menjadi momen koreksi besar. Oleh karena itulah, Pemerintah perlu berhenti melihat kelas menengah sebagai dompet cadangan ekonomi nasional. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Magnesium Sebelum Tidur: Membantu Tubuh Lebih Rileks dan Cepat Tidur?
• 21 menit lalukumparan.com
thumb
Kementerian Haji Bakal Akreditasi Seluruh Travel Umrah Usai Kasus Hanania, Perlindungan Jemaah Diperketat
• 9 jam laludisway.id
thumb
Aksi Eza Gionino Tonjok Roby Tremonti saat Konferensi Pers Viral, Kini Saling Sindir di Media Sosial
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Populer: BBM Pertamax Naik Tak Berdampak pada Inflasi; Bansos Rp 5,4 Juta via AI
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Perluas Akses Internet Kalimantan, MyRepublic Air Hadir di Berbagai Kota dan Kabupaten
• 14 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.