Warga Kritik Penambalan ‘Genangan Abadi’ Pesanggrahan: Sampai Tahun Jebot Juga Enggak Bakal Beres

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di sekitar Jalan H. Mochtar Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengkritik proyek perbaikan yang hanya melakukan penyedotan dan penambalan sementara di area jalan yang tergenang.

Salah satu warga, Mukmin (40), menyebut penyedotan air dan penambalan jalan hanya akan menjadi sia-sia jika akar masalah utamanya, yaitu saluran air yang mampet tidak ikut dibenahi.

"Itu mau sampai tahun jebot juga kalau dibenerin doang, tapi masalahnya enggak selesai, ya enggak bakal beres. Sekarang ditambal tapi got-nya tetap enggak ngalir, bakal banjir lagi," cetus Mukmin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (11/6/2026) siang.

Baca juga: Saluran Air Disumbat, Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel Tak Kunjung Surut

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis siang, tim dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) dan Sudin Bina Marga Jakarta Selatan telah melakukan perbaikan jalan.

Satu unit truk Unit Perbekalan dan Peralatan (Alkal) Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk menyedot air hitam pekat yang merendam jalan raya.

Petugas dari Sudin Bina Marga juga bersiap melakukan penambalan jalan menggunakan aspal cold mix segera setelah area jalanan mulai mengering dari sisa genangan.

Baca juga: Genangan Abadi Disedot dan Jalan Rusak di Jaksel Diperbaiki, Warga: Percuma, Nanti Begitu Lagi

Namun, proyek perbaikan itu disebut sudah sering dilakukan dan selalu kembali rusak selama berkali-kali.

"Ini mah sebenarnya percuma juga, orang udah ada lebih dari 10 kali, disedot, tambal, rusak lagi rusak lagi, ini enggak lama juga pasti bakal balik lagi (tergenang)," keluh Mukmin.

Ia pun menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak pernah serius dan memberikan solusi tepat sasaran dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel Mulai Disedot dan Jalanannya Ditambal

Padahal, jalanan rusak yang bergelombang di balik genangan itu telah memakan banyak korban kecelakaan.

"Memang sebenarnya butuh (diperbaiki), tapi sumbernya harus dibenerin juga dong itu biar airnya ngalir, kan pejabat pada sekolah. Masa kalah pikirannya sama kita yang enggak pada sekolah," tuturnya.

Penyebab Saluran Ditutup

Warga lainnya bernama Febri (33), mengungkapkan bahwa saluran air di kawasan tersebut tersumbat akibat adanya penutupan saluran di wilayah perbatasan.

"Di sebelah kanan kiri jalan itu ada saluran semua, tapi udah lama itu disumbat, karena posisinya kalau ngalir itu bikin banjir rumah warga yang di Tangkot (Tangerang Kota)," kata Febri.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Genangan Abadi di Pesanggarahan Jaksel

Febri menceritakan, pada awalnya air di kawasan tersebut dialirkan dari arah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menuju ke arah permukiman di kawasan Kota Tangerang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagai catatan, Jalan H. Mochtar Raya merupakan jalur krusial yang posisinya berada tepat di area perbatasan antara tiga wilayah, yaitu Kecamatan Kembangan di Jakarta Barat, Kecamatan Pesanggrahan di Jakarta Selatan, dan Kecamatan Larangan di Kota Tangerang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Lautan Warga Albania Turun ke Jalan, Tolak Proyek Resor Mewah Kushner
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Proyek Mobil Nasional Target Produksi 50 Ribu Unit Tahun 2028
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Suara Lirih Ruben Onsu Ungkap Kerinduan pada Anak, Minta Pihak Lain Stop Hasut Sarwendah
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Update Kasus PT DSI: Bareskrim Tetapkan Mantan Petinggi OJK Jadi Tersangka, Ini Perannya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Tantangan Ekonomi RI Dinilai Lebih Banyak Dipicu Tekanan Global
• 32 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.