Cimahi: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Jawa Barat, melakukan evaluasi terhadap satuan pendidikan yang memperoleh nilai rendah pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Langkah ini dilakukan untuk menekan kesenjangan capaian hasil belajar antar-sekolah.
Kepala Disdik Kota Cimahi Nana Suyatna menyampaikan hasil TKA telah dibagikan kepada seluruh kepala sekolah sebagai bahan refleksi terhadap proses pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan.
“Yang jelas, saya sudah menyampaikan di grup para kepala sekolah nilai berkaitan dengan hasil TKA tersebut, sehingga menjadi evaluasi juga buat sekolah-sekolah seperti apa kondisinya,” ucap Nana Suyatna, dilansir dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga :
Ia mengungkapkan hasil TKA menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar antar-sekolah. Satu sisi terdapat sekolah dengan capaian nilai sempurna, tetapi di sisi lain masih ditemukan sekolah dengan nilai rendah di bawah 50.
Pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), data Disdik Kota Cimahi mencatat mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki nilai tertinggi 100,00 dengan rata-rata 69,36. Sedangkan Matematika juga mencapai nilai tertinggi 100,00 tetapi dengan rata-rata lebih rendah yakni 42,25.
Sementara jenjang Sekolah Dasar (SD), Bahasa Indonesia mencatat rata-rata 69,23 dengan nilai tertinggi 100,00. Sedangkan Matematika rata-rata 50,61 dengan nilai tertinggi 100,00.
Pihaknya mengaku kaget dengan hasil tersebut, karena masih terdapat satuan pendidikan dengan capaian di bawah 50. Menurutnya, hal itu akan menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
“Ya tentu saja (kaget), karena kan ada yang di bawah 50. Bahkan mungkin ada nilai terendah di bawah itu kan. Tapi ini jadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.
Ilustrasi. (Pexels)
Merespons hal tersebut, Disdik Cimahi akan memperkuat peran pengawas sekolah sebagai ujung tombak pembinaan di lapangan. Tujuannya untuk membantu sekolah-sekolah dengan capaian rendah agar terjadi peningkatan kualitas pembelajaran.
Disdik Cimahi juga saat ini masih menunggu evaluasi resmi dari Kemendikdasmen sebagai dasar penyusunan kebijakan lanjutan di daerah. “Setelah ada hasilnya dari pusat, kita akan lakukan evaluasi lanjutan. Ini penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instrumen nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan hasil TKA juga akan terintegrasi dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebagai bagian dari pemetaan mutu pendidikan. Hal ini menjadi salah satu komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi akademik di Kota Cimahi.




